ahlil Perintahkan Jajaran ESDM Pilih Kepentingan Rakyat, Bukan Penyalahgunaan Kekuasaan
Sabtu, 24 Okt 2026, 04:00 WIBJakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memerintahkan kepada insan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memprioritaskan kepentingan rakyat dan berpihak kepada rakyat.
"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," ujar Bahlil dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (23/10).
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi Ke-81 di Jakarta, Jumat.
Menurut Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri ESDM, usia 81 tahun bukan sekadar hitungan kalender. Kementerian tersebut lahir bersama Republik Indonesia, dan sejak 28 September 1945 tambang serta energi menjadi amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sesuai Pasal 33 UUD 1945.
Bahlil mencontohkan keberpihakan itu dalam penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.
"Saya tahu banyak perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujarnya dengan nada tanya.
Bahlil juga menegaskan pertambangan harus patuh pada kewajiban dalam negeri, reklamasi dan pascatambang, serta keselamatan kerja. Kepada jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara, ia berpesan agar tidak terpengaruh cara-cara pengusaha yang melanggar aturan.
"Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," katanya.
Keberpihakan yang sama berlaku di sektor kelistrikan. Rasio elektrifikasi memang telah mencapai 99,85 persen, tetapi masih ada sekitar 11 ribu desa dan dusun yang belum berlistrik.
Dia menargetkan seluruhnya diselesaikan dengan cara apa pun. Tahun ini, program listrik desa menyasar 2.065 lokasi, dengan target seluruh rumah tangga berlistrik pada 2029.
Bahlil mengapresiasi perbaikan kinerja jajarannya. Keluhan masyarakat dan dunia usaha terhadap cara-cara lama di birokrasi mulai berkurang. Meski begitu, ia meminta pegawai tidak berhenti di tahap perencanaan.
Pada usia ke-81 Hari Jadi Pertambangan dan Energi, Bahlil mengajak insan ESDM meneguhkan tekad menjaga warisan para pendahulu, bekerja jujur, berani memutuskan, dan menuntaskan setiap target. Dengan begitu, kekayaan energi dan mineral benar-benar hadir untuk kemandirian dan keadilan bagi rakyat.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PT Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekosistem Mypertamina di Ajang Grand Prix
-
Sisir Titik Nol Hilangnya KM Virgo Transport 8, Polda Kalsel Kerahkan 3 Kapal Patroli Utama
-
Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Kacang Tanah Ilegal, 49,85 Ton Disita
-
Kemenkum Klaim Hemat Rp1,2 Triliun Lewat Mediasi, Bagaimana Dampaknya bagi Akses Keadilan?
-
Sudah 99 Persen, Kilang Balikpapan Siap Pangkas Impor BBM 25 Persen
-
Bantu Warga Terdampak Gempa, Pekerja PLN Sumbang 25 Rumah Untuk Korban Bencana di Flores
-
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.