Butuh Bantuan Logistik, 114 WNI Berada di Tempat Perlindungan Pascagempa Jepang
Rabu, 03 Jan 2024, 04:56 WIBJakarta - Sebanyak 114 warga negara Indonesia (WNI) berada di tempat-tempat perlindungan(shelter),yang disiapkan oleh otoritas Jepang, pascagempa bumi melanda negara itu pada Senin (1/1).
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum IndonesiaKementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakanbahwapara WNI tersebut berada dishelteryang tersebar di tiga titik, yaitu 53 orang di Ogi, 25 orang di Suzu, serta 27 orang di Saikai.
"Berdasarkan komunikasi terakhir KBRI Tokyo dengan simpul-simpul masyarakat, didapat informasi baru bahwa terdapat sejumlah WNI yang berada dishelterdan membutuhkan bantuan logistik. Sebelumnya, mereka kesulitan berkomunikasi karena gangguan jaringan," kata Judha melalui pesan singkat.
Dia memastikan bahwa KBRI Tokyo akan segera mengirimkan bantuan logistik darurat untuk para WNI di tempat-tempat perlindungan tersebut.
Selain ratusan WNI yang berada di tiga wilayah tersebut, KBRI juga mencatat sembilan WNI, yang mayoritas mahasiswa, juga berada di tempat perlindungan.
"Terdapat sembilan WNI, mayoritas mahasiswa, berada dishelter yg disiapkan otoritas setempat. Kondisi mereka dalam keadaan baik," tuturnya.
Kesembilan WNI tersebut tersebar, yaitu enam mahasiswa Indonesia di Toyama, satu WNI di Noto, dan dua pemagang Indonesia di Ishikawa.
Judha memastikan bahwa selain WNI yang terdampak gempa hingga harus menyelamatkan diri ke sejumlahshelter, hingga saat ini tidak ada informasi adanya WNI yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.
"Otoritas setempat telah mencabut peringatan tsunami. Namun, tetap memperingatkan kemungkinan gempa susulan dalam sepekan ke depan," kata dia.
"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka tetap mengimbau agar para WNI tetap waspada dan terus memantau informasi dan arahan otoritas setempat," ujar Judhamenambahkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga pukul 17.40 waktu Jepang, jumlah korban meninggal akibat gempa besar di Ishikawa mencapai 48 jiwa, sementara korban luka tersebar di prefektur Ishikawa, Niigata, Fukui, Toyama, dan Gifu.
Sekitar 30 bangunan di Ishikawa dilaporkan roboh.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Fesyen Ramah Lingkungan Jadi Andalan, Kemenekraf Genjot Pemanfaatan Bahan Alami
-
21,4 Kg Sabu Gagal Diselundupkan ke Indonesia, Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad Amankan WNA di Entikong.
-
Harga Komoditas Fluktuatif! Kemandirian Daerah Dipertaruhkan Jika Terus Bergantung DBH Komoditas
-
Jangan Anggap Sepele! Kesepian Bisa Mempengaruhi Kesehatan Otak, Berdampak pada Kesejahteraan Mental
-
Masuk ke Taman Margasatwa Ragunan Gratis, Pengunjung Cukup Tunjukan KTP DKI Jakarta Saja
-
Suhu Tembus 40 Derajat, Prancis Siaga Merah Gelombang Panas Ekstrem di 35 Wilayah
-
AMD Perkuat Dominasi di Superkomputer Dunia, Tenagai Empat dari 10 Sistem Tercepat Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.