Warga Sulut Diajak Bijak Gunakan Media Sosial Jelang Pemilu
Sabtu, 16 Des 2023, 00:11 WIBManado - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sulawesi Utara, Steven Liow berharap masyarakat bijak menggunakan media sosial menjelang pelaksanaan Pemilu tahun depan.
"Peran masyarakat menjadi vital, berbicara santun dan tidak menjelekkan calon atau pasangan, termasuk ketika menggunakan media sosial, harus bijaksana," kata Steven di Manado, Jumat.
Bahkan dia berharap masyarakat berhati-hati manakala menggunakan jari ketika memposting atau menyebarluaskan informasi di media sosial.
"Berhati-hati menggunakan jari dalam menyebarluaskan informasi di media sosial, jangan mencela, jangan menyebarkan ujaran kebencian apalagi menyebarluaskan informasi-informasi hoaks," ajaknya.
Paling baik, kata dia, ketika menyebarluaskan informasi yang berisi ajakan dari penyelenggara pemilu semisal imbauan anti politik uang, anti informasi hoaks, ini yang perlu disebarluaskan.
"Masalah utama yang bisa muncul menjelang Pemilu adalah informasi hoaks dan ujaran kebencian. Kalau ini mampu diredam melalui partisipasi masyarakat maka proses Pemilu dapat berjalan dengan baik," katanya.
Karena itu menurut Steven, penegakan hukum bagi penyebar informasi tidak benar maupun ujaran kebencian dapat menangkal ancaman yang dapat mengganggu stabilitas politik.
Menurut Steven, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menangkal isu-isu negatif menjelang Pemilu tahun depan diantaranya, kolaborasi lintas sektor.
"Pada tahapan ini mendorong kerja sama aktif antarpemerintah sektor swasta dan masyarakat dalam bentuk forum kolaboratif dialog terbuka dan pertemuan berkala," ujarnya.
Selanjutnya, pemanfaatan teknologi untuk deteksi dini dengan cara mengadopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan analisis data untuk deteksi dini dan merespon cepat penyebaran isu hoaks dan ujaran kebencian.
Berikutnya, menyelenggarakan program edukasi dan pelatihan secara massal untuk meningkatkan literasi digital masyarakat yang bisa membantu memahami cara memverifikasi informasi sebelum menyebarluaskan
Hal lainnya, pelaporan aktif dan respon cepat dengan mendorong masyarakat melaporkan konten konten yang mencurigakan serta menetapkan mekanisme respon cepat dari pihak berwenang dari platform media sosial.
"Strategi ini merupakan langkah konkret yang dapat diambil untuk mencapai tujuan menjaga integritas pemilu 2024. Penerapan strategi ini butuh kolaborasi dan peran partisipasi aktif semua pihak terkait," katanya menambahkan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Liverpool Bangkit secara Dramatis! Atletico Madrid Jadi Korban Comeback 2-1
-
Kasus Korupsi ATR/BPN, Nama Fahd Arafiq Muncul sebagai Penampung Uang.
-
Tambah 2 Medali Lagi, Indonesia Melejit Naik Peringkat di Asian Games 2026
-
Stok Aman! Kabupaten Seluma Terima Tambahan Kuota Pupuk Subsidi 800 Ton
-
Menkeu Suahasil Didesak Terbitkan Bea Keluar Batu Bara, Potensi Cuan Negara Rp353 T, Solusi Atasi Tekanan Fiskal
-
Borong 6 Medali Sekaligus, Unhas Sabet Gelar Juara Umum KKMN ke-14
-
Blok M Terus Dibenahi Terutama Empat Bidang Berikut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.