UGM Sebut Predator Alami Solusi Tekan Serangan Hama Belalang di Sumba
Sabtu, 16 Des 2023, 01:36 WIBYogyakarta - Tim dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan peningkatan populasi predator alami dapat menjadi solusi untuk menekan serangan hama Belalang Kembara di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Keberadaan musuh alami Belalang Kembara, misalnya burung dan serangga predator menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga agar populasi (Belalang Kembara) di Pulau Sumba tetap rendah dan tetap pada fase soliter," kata Ketua Tim Fakultas Pertanian UGM Prof Andi Trisyono dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat.
Andi menyebutkan penangkapan Belalang Kembara dan penyemprotan insektisida merupakan upaya jangka pendek supaya populasi segera menurun, sehingga kerusakan dan kerugian dapat dikurangi.
Namun, menurutnya, teknologi pengendalian yang lebih ramah lingkungan perlu dicari, dikembangkan, dan diterapkan, untuk tujuan jangka menengah dan panjang. Ia mengatakanada banyak spesies burung di Kabupaten Sumba Timur dan beberapa diantaranya adalah pemakan belalang.
Sayangnya, kata dia, populasi burung predator tersebut sangat rendah sehingga perlu diupayakan untuk melindungi, melestarikan, dan menambah populasi burung predator lokal di Pulau Sumba.
"Penelitian tentang efektivitas entomopatogen juga sedang berjalan, yang nantinya bisa menjadi salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk mengendalikan Belalang Kembara yang lebih ramah dibandingkan dengan insektisida kimia sintetik," katanya.
Andi mengatakan Pemda Sumba Timur bersama-sama dengan UGM, Kementerian Pertanian, dan FAO, telah bekerja sama dan melaksanakan pengendalian belalang secara serempak sejak 6 Februari 2023.
Dia menerangkan untuk mengendalikan hama itu dibangun sistem berkesinambungan, salah satunya pemetaan terhadap lokasi, populasi, serta fase Belalang Kembara. Kemudiandilakukan upaya pengendalian dengan penangkapan maupun penyemprotan belalang di daerah yang sudah teridentifikasi.
Berikutnya, evaluasi untuk mengetahui efektivitas teknologi pengendalian yang diterapkan dalam menurunkan populasi Belalang Kembara dan monitoring serta surveilensi.
"Dengan begitu perkembanganpopulasi hama ini dapat dideteksi seawal mungkin, sehingga langkah pengendalian bisa segera dilakukan untuk mencegahoutbreakbesar di Pulau Sumba pada tahun-tahun mendatang," kata Andi.
Berita Terkait:
-
Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, BPBD Bandung Barat Distribusikan 71 Ribu Liter Air
-
Kenapa Kucing Suka Dielus? Begini Cara Membelai yang Benar dan Disukai Anabul
-
Waspadai Gelombang Laut hingga 4 Meter yang Dipicu Dua Bibit Siklon Tropis
-
Kemenekraf Dorong Pengembangan Kriya Aceh Timur jadi Ikon Ekonomi Kreatif
-
Hitung-hitungan Nasib Timnas Indonesia: Menang Lawan Singapura atau Rontok di Fase Grup!
-
Hama Thrips Bikin Cabai Bengkok & Rontok! Syngenta Luncurkan Teknologi Baru
-
Wisatawan Alami Kecelakaan, Pemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya di Lokasi Wisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.