Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Desak Agar Vape Dilarang Seperti Tembakau

📅 Jumat, 15 Des 2023, 09:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Desak Agar Vape Dilarang Seperti Tembakau Doc: CNA/Reuters/Arriana Mclymore
Ket. Vape Elf Bar, dibuat oleh pabrikan Tiongkok Heaven Gift, dipajang di sebuah toko di Raleigh, North Carolina, AS pada 23 Juni 2022.

LONDON - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (14/12) mendesak pemerintah-pemerintah dunia untuk memperlakukan rokok elektrik dengan cara yang sama seperti tembakau dan melarang semua aromanya. Larangan ini mengancam kebijakan perusahaan rokok yang bertaruh pada alternatif merokok.

Beberapa peneliti, aktivis, dan pemerintah melihat rokok elektrik, atau vape, sebagai alat utama dalam mengurangi kematian dan penyakit yang disebabkan oleh merokok. Namun badan PBB tersebut mengatakan, "tindakan mendesak" diperlukan untuk mengendalikan rokok elektrik.

Penelitian tersebut mengatakan tidak ada cukup bukti bahwa vape membantu perokok berhenti merokok. Vape disebut berbahaya bagi kesehatan dan dapat mendorong kecanduan nikotin di kalangan non-perokok, terutama anak-anak dan remaja.

Lebih banyak anak usia 13 hingga 15 tahun yang menggunakan vape dibandingkan orang dewasa di seluruh wilayah WHO yang dibantu pemasarannya yang agresif, lanjutnya.

"Anak-anak direkrut dan dijebak sejak usia dini untuk menggunakan rokok elektrik dan bisa kecanduan nikotin," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia mendesak negara-negara untuk menerapkan tindakan tegas.

WHO menyerukan perubahan, termasuk larangan semua bahan penyedap rasa seperti mentol, dan penerapan langkah-langkah pengendalian tembakau pada vape. Termasuk pajak yang tinggi dan larangan penggunaannya di tempat umum.

WHO tidak mempunyai kewenangan atas peraturan nasional, dan hanya memberikan panduan. Namun rekomendasinya sering kali diadopsi secara sukarela.

WHO dan beberapa organisasi anti-tembakau lainnya mendorong peraturan yang lebih ketat terhadap produk-produk nikotin baru, dengan menargetkan alternatif-alternatif yang menjadi dasar strategi masa depan beberapa perusahaan rokok raksasa seperti Philip Morris International dan British American Tobacco.

Pelaku industri seperti Imperial Tobacco dan Asosiasi Industri Vaping Inggris mengatakan vape memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan tembakau dan membantu mengurangi dampak buruknya, sementara rasa adalah kunci dalam mendorong perokok untuk beralih - sebuah posisi yang dianut oleh beberapa pendukung pengendalian tembakau.

Cancer Research UK, misalnya, mengatakan, meskipun rokok elektrik tidak bebas dari risiko dan hanya boleh digunakan untuk tujuan berhenti merokok, tidak ada bukti kuat bahwa rokok elektrik menyebabkan kanker, padahal merokok menyebabkan setidaknya 15 jenis kanker yang berbeda.

"Mengatur vape seperti halnya rokok hanya akan memperkuat kesalahpahaman tentang risiko relatif dari vaping dan mengirimkan pesan yang salah kepada perokok," kata Murphy Marina, direktur senior urusan ilmiah dan medis di perusahaan vaping ANDS. Ia menambahkan bahwa posisi WHO "tidak sesuai dengan kenyataan".

WHO mengatakan meskipun risiko kesehatan jangka panjang belum dipahami, vape menghasilkan beberapa zat yang diketahui menyebabkan kanker, menimbulkan risiko terhadap kesehatan jantung dan paru-paru, serta dapat mempengaruhi perkembangan otak pada generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

39 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.