Rupiah Melemah karena Data Tenaga Kerja AS yang Solid

Senin, 11 Des 2023, 09:44 WIB

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (11/12) pagi turun 87 poin atau 0,56 persen menjadi Rp15.605 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.518 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah pada awal perdagangan pekan ini dibuka merosot karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang solid.

"Rupiah berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS karena data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat malam lebih bagus dari ekspektasi pasar," kata Ariston di Jakarta, Senin (11/12).

Data tenaga kerja AS yang solid bisa dijadikan pertimbangan bagi Bank Sentral AS atau The Fed untuk menahan suku bunga acuan di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Meskipun demikian, menurut Ariston, penguatan dolar AS terhadap rupiah mungkin tidak terlalu besar di awal pekan ini karena pasar menunggu data penting inflasi konsumen AS yang dirilis besok malam dan keputusan suku bunga The Fed yang akan dirilis Kamis dini hari.

Selain itu, data inflasi China terbaru yang dirilis di hari Sabtu yang menunjukkan deflasi bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah. Deflasi di China bisa diartikan penurunan permintaan yang mengarah ke pelambatan ekonomi. Ekonomi Indonesia sebagai partner dagang China bisa terimbas dampak negatif ke depannya.

Pelemahan rupiah hari ini berpotensi ke arah Rp15.550 per dolar AS hingga Rp15.580 per dolar AS.

Sementara itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2023 tercatat sebesar 138,1 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Oktober 2023 sebesar 133,1 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. — Sumber: ANTARA/Muhammad Adimaja

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.