BKKBN: Angka Prevalensi Stunting di Banten Menurun
Sabtu, 09 Des 2023, 12:41 WIBLEBAK -Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menyebutkan angka prevalensi stunting di daerah itu terjadi penurunan menjadi 20 persen di tahun 2022 dari sebelumnya tahun 202124,6 persen.
"Kita bekerja keras agar angka stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak usia di bawah lima tahun atau balita akibat gagal tumbuh tidak ada lagi kasus baru," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi di Lebak , Sabtu (9/12).
Dia menjelaskan, penurunan angka prevalensi di Banten cukup signifikan dari 24,6 persen menjadi 20 persen, namun masih terus diperlukan penanganan secara bersama-sama dan berkolaborasi serta pentahelix.
Pihaknya juga optimistis angka prevalensi stuntingdi Banten tahun 2024 menurun lagi hingga 14 persen sesuai target nasional.
Penanganan stunting itu, katanya, tentu harus dilakukan dari hulu mulai dari kalangan remaja, calon pengantin dan selanjutnya pada ibu-ibu hamil.
Kemudian pasca persalinan dan ibu- ibu yang memiliki anak usia dua tahun.
"Itu yang menjadi prioritas penanganan stunting dari hulu," katanya
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Hj Tuti Nurasiah mengatakan, pihaknya lebih mengedepankan pencegahan stunting melalui program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR).
Hal itu dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi untuk kesiapan membangun rumah tangga agar tercapai kesepuluh dimensi pernikahan dan delapan fungsi rumah tangga.
Hal itu dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi untuk kesiapan membangun rumah tangga agar tercapai kesepuluh dimensi pernikahan dan delapan fungsi rumah tangga.
Kesepuluh dimensi pernikahan itu, katanya, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Agama setempat.
Kemudian bagaimana dalam membentuk keluarga yang berkualitas dan menikah untuk wanita idealnya berusia 21 tahun, dan laki-laki berusia 25 tahun, kesiapan fisik yang sehat, kesiapan finansial sebelum menikah harus memiliki sumber pendapatan atau ekonomi.
Selanjutnya, kesiapan mental, kondisi emosi, kesiapan sosial sangat penting sebelum menikah, dan kesiapan moral untuk membina rumah tangga dengan memiliki pondasi yang kuat akan nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, etika, serta agama.
Dengan 10 dimensi itu, katanya, nantinya memiliki delapan fungsi keluarga di antaranya pertama melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan yang dianutnya.
Kemudian mampu menyekolahkan anak pada dunia pendidikan, menciptakan budaya reproduksi dengan memiliki keturunan, serta setiap keluarga punya anak sehat.
Kemudian mampu menyekolahkan anak pada dunia pendidikan, menciptakan budaya reproduksi dengan memiliki keturunan, serta setiap keluarga punya anak sehat.
"Kami meyakini dengan adanya sepuluh dimensi pernikahan dan delapan fungsi keluarga itu maka tidak melahirkan kasus stunting baru," kata Tuti.
Ia menyebutkan, penyebab risiko stunting di Banten itu karena mereka tidak memiliki jamban, air bersih l, dan menempati rumah tidak layak huni.
Selain itu juga hamil muda di bawah usia 21 tahun dan hamil tua di atas 35 tahun, juga kelahiran anak banyak yang jaraknya berdekatan.
Penyebab lainnya , kata Tuti, karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu memberikan asupan gizi yang baik pada saat kehamilan maupun setelah melahirkan bayi.
"Dengan sepuluh dimensi pernikahan itu diharapkan percepatan penurunan stunting di Banten bisa masuk zero stunting atau terbebas kasus stunting," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
-
BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut hingga 19–22 April
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Moussa Sidibe Menggila, Cetak 9 Gol dalam 10 Laga, Ini Rahasia Ketajaman Bintang Bhayangkara FC
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.