Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program KB Berkontribusi Turunkan Stunting

📅 Senin, 04 Des 2023, 05:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program KB Berkontribusi Turunkan Stunting Doc: Antara/ HO-BkKBN Sulsel
Ket. Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin.

Luwu Utara - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, mengklaim program Keluarga Berencana (KB) memiliki kontribusi yang besar dalam menurunkan angka stunting.
.
"Stunting bisa dicegah kalau program KB berjalan optimal. Stunting terjadi karena adanya kelahiran, jika kehamilan yang ada terencana, diperiksa secara rutin, akan mencegah potensi lahirnya anak stunting," kata Shodiqin di sela-sela kunjungan kerjanya di Luwu Utara, Minggu.

Kaper BKKBN Sulsel menghadiri Rapat Koordinasi bersama Penyuluh KB dan Jejaring dalam rangka Peningkatan Capaian KB Pascasalin dan Percepatan Penurunan Stunting di Lutra.

Dia menyebutkan, rakor tersebut sangat penting ditindaklanjuti agar program KB bisa berhasil dan menurunkan angka kasus stunting.

Berdasarkan data SurveiStatus Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka stunting Sulawesi Selatan masih tinggi yaitu 27,2 persen, atau di atas rata-rata nasional yaitu 21,6 persen.
.
"Terbitnya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting mengamanatkan BKKBN sebagai ketua atau koordinator pelaksana percepatan penurunan stunting, bukan hanya menurunkan tetapi juga melakukan percepatan penurunan stunting ini, menargetkan di tahun 2024 turun menjadi 14 persen," sebut Shodiqin.

Lebih lanjut, Shodiqin menyebutkan kasus stunting banyak terjadi pada kehamilan yang tidak direncanakan, khususnya yang terjadi pada pernikahan di usia muda.

"Menikah di usia muda berpotensi melahirkan anak stunting, hal ini disebabkan karena ketidaksiapan remaja baik segi kesehatan, fisik dan mental, termasuk kesiapan ekonomi," ungkap dia.

Untuk itu, Shodiqin menekankan pentingnya pendewasaan usia perkawinan. Usia ideal menikah bagi perempuan minimal 21 tahun dan pria 24 tahun serta menghindari kehamilan berisiko yaitu "4 Terlalu", meliputi terlalu muda melahirkan di bawah 20 tahun, terlalu tua melahirkan di atas 35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran di bawah dua tahun dan terlalu banyak melahirkan.

Menurut dia, saat ini BKKBN telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berperan sebagai ujung tombak dalam upaya percepatan penurunan stunting di lini lapangan yang bertugas memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting yaitu remaja sebagai calon ibu, ibu hamil, ibu nifas dan bayi di bawah dua tahun.
.
"Kalau TPK ini optimal bergerak di lapangan, kami yakin angka stunting di Kabupaten Luwu Utara bisa diturunkan bersama dan kami menghaturkan terima kasih dan mengapresiasi dukungan pemerintah daerah Luwu Utara dalam pelaksanaan program Bangga Kencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

24 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.