Inflasi November Meningkat dari Bulan Sebelumnya
Jumat, 01 Des 2023, 14:06 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi 0,38 persen pada November 2023 jika dibanding dengan IHK bulan sebelumnya (month-to-month/ mtm). Angka tersebut meningkat dibandingkan catatan pada Oktober lalu sebesar 0,17 persen (mtm).
Secara tahunan (yoy), inflasi pada November lalu tercatat sebesar 2,86 persen, lebih tinggi dibandingkan catatan pada Oktober lalu sebesar 2,56 persen (yoy). BPS mencatat inflasi tahunan pada November 2023 didorong oleh lonjakan harga komoditas beras.
"Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini adalah beras sebesar 0,58 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud di Jakarta, Jumat (1/12).
Kemudian, komoditas penyumbang utama lainnya adalah cabai merah sebesar 0,19 persen, rokok kretek filter 0,18 persen, cabai rawit 0,10 persen, daging ayam ras 0,09 persen, dan bawang putih 0,07 persen.
Dengan catatan itu, maka inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada November 2023 mencapai 6,71 persen dan memberikan andil 1,72 persen terhadap inflasi umum.
Beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang terbesar di inflasi November 2023 adalah emas dan perhiasan dengan andil 0,11 persen serta biaya kontrak rumah 0,10 persen.
Adapun secara wilayah, BPS menyatakan seluruh kota mengalami inflasi, dengan 57 kota di antaranya mencatatkan IHK lebih tinggi dari inflasi nasional.
Kota dengan inflasi tertinggi adalah Kota Tanjung Pandan sebesar 5,89 persen. Komoditas penyumbang inflasi di kota tersebut adalah tarif angkutan udara sebesar 1,22 persen, beras 0,91 persen, cabai merah 0,49 persen, cabai rawit 0,45 persen, ikan segar 0,41 persen, dan rokok kretek filter 0,31 persen.
Disusul Kota Sumenep sebesar 5,51 persen, Kota Merauke 5,25 persen, Kota Luwuk 4,59 persen, Kota Singaraja 4,47 persen, dan Kotabaru 3,85 persen.
Sedangkan, inflasi terendah terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,82 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Buka Opsi Impor Minyak dari Russia meski Harga Lebih Tinggi, Bahlil: yang Penting Ada
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.