Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP: Pengalaman Nyata ber-Pancasila Titik Berat Pengajaran Buku Bahan Ajar Pancasila

Rabu, 29 Nov 2023, 21:37 WIB

MAKASAR - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Kedeputian Pengkajian dan Materi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengkajian Strategi Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila pada Pendidikan Formal di Provinsi Sulawesi Selatan digelar di Makassar. Acara ini bertujuan untuk mendengar pandangan dan masukan dari para Stakeholder terkait strategi implementasi buku bahan ajar Pancasila kepada peserta didik.

Dalam Kegiatan yang melibatkan kepala Dinas Pendidikan seluruh Kabupaten -Kota di provinsi Sulawesi Selatan tersebut, Antonius Benny Susetyo, sebagai Keynote Speaker, menyoroti tantangan masyarakat dan peserta didik yang terjebak menjadi manusia satu dimensi. Beliau menekankan pentingnya pendidikan karakter agar masyarakat tidak hanya menjadi manusia yang mekanistis, melainkan juga memiliki kecakapan ilmu dan karakter.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Romo Benny menyatakan, "Pancasila harus mendapatkan pembinaan nilai yang mengetengahkan ROSO agar benar-benar aktual dan aplikatif bagi masyarakat, khususnya siswa."

Pendapat Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP ini mencerminkan kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga nilai dan rasa. Beliau menekankan bahwa penerapan Pancasila harus dilakukan pada fenomena nyata dalam masyarakat. Para siswa diharapkan dapat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar sebagai doktrin. Dalam menghadapi realitas zaman, pendampingan para guru menjadi krusial, termasuk dalam mengatasi tantangan teknologi dan konsentrasi.

Lebih lanjut, Doktor Ilmu Komunikasi Politik ini menekankan peran buku sebagai alat untuk membangun imajinasi peserta didik. Buku sekolah dasar diharapkan dapat membentuk pembinaan nilai Pancasila, menjadikan peserta didik aktif dalam merasakan pengalaman sebagai manusia Pancasila.

"Pancasila harus menjadi milik peserta didik dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari," jelas Benny.

Pemikiran tersebut juga mencakup transformasi paradigma belajar, di mana lebih banyak fokus pada hal-hal praktis dan visualisasi. Benny menegaskan, "Mencintai Pancasila berarti peserta didik dapat menjadi pribadi yang disiplin, pekerja keras, saling menyayangi, dan menghormati."

Buku bahan ajar diharapkan tidak hanya terpaku pada tulisan dan teori, melainkan juga menyajikan visualisasi dan konten aktual.

Benny menutup pemikirannya dalam acara yang dihadiri 100 orang termasuk sejarahwan JJ Rizal tersebut dengan menggarisbawahi tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu mencintai bangsa dan budaya serta setiap nilai kepancasilaan dan keindonesiaan. Target buku bahan ajar adalah membuat peserta didik mengalami ekosistem Pancasila, menjadikan mereka berpancasila dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta didik dapat mencintai, memahami, dan menghayati Pancasila dalam hal-hal sederhana dan menarik.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.