• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gambaran Gejalanya Sangat ...

Gambaran Gejalanya Sangat Berbeda dengan Wabah Modern

Senin, 27 Nov 2023, 06:25 WIB

Berdasarkan uraian sejarawan Thucydides tentang "Wabah Besar Athena", banyak sarjana terkemuka dari seluruh dunia yang pernah merumuskan serangkaian teori dan hipotesis. Sayangnya usaha tersebut masih gagal mencapai kesimpulan pasti mengenai penyebabnya.

Greek Traveltellers menyebutkan ketidakmampuan untuk membuktikan hipotesis apapun tentang penyebab penyakit disebabkan oleh sulitnya mengidentifikasi individu atau kombinasi patogen sebagai penyebab epidemi, berdasarkan gambaran klinis yang dijelaskan.

Ket. Foto: — Sumber: creativecommons.org

Deskripsi gejala oleh sejarawan Thucydides tidak sesuai dengan bentuk infeksi modern mana pun. Meskipun kredibilitas dan keakuratan referensi Thucydides tidak diperdebatkan, perlu dicatat bahwa ia menulis bukunya yang terkenal sekitar 10 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi.

Memang benar, karena ia tidak memiliki pengetahuan medis khusus, ia dapat menekankan beberapa tanda dan gejala penyakit yang paling berkesan baginya, namun merugikan orang lain, dan hal itu mungkin merupakan gambaran patognomonik untuk penyakit tertentu. Di sisi lain, penyakit yang sama mungkin tidak muncul dengan cara yang sama seperti pada zaman dahulu.

Hingga saat ini, sekitar 30 penyakit berbeda telah diduga menjadi penyebab wabah tersebut, termasuk ebola, malaria, dan kolera. Namun, analisis DNA baru-baru ini terhadap pulpa gigi yang ditemukan dari sebuah makam kelompok di Athena, dipimpin oleh dokter gigi Dr Manolis Papagrigorakis dari Universitas Athena, menemukan urutan DNA yang mirip dengan Salmonella enterica yaitu organisme penyebab demam tifoid.

Meski demikian, metodologi penelitian tersebut dibantah oleh ilmuwan lain, dengan menyatakan bahwa hal tersebut sebelumnya mengarah pada kesimpulan yang salah. Bahan kerangka yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan terhadap para korban wabah Athena ditemukan dalam penggalian arkeologi yang relatif baru pada periode 1994-1995, yang berlangsung di area pemakaman kuno Athena, di Kerameikos.

Selama penggalian ini, ditemukan kuburan massal yang bentuknya tidak beraturan berisi sekitar 150 orang tewas, termasuk beberapa anak-anak. Lokasi makam berada di area yang sama tempat pemimpin Athena, Pericles, yang menyampaikan orasinya yang terkenal Orasi Pemakaman Pericles, yang berisi tentang korban perang. Tragisnya setelah itu ia menjadi korban dan dikuburkan juga karena penyakit yang masih misterius itu.

Makam kelompok ini bertanggal evaluasi temuan arkeologis antara 430-426 sebelum masehi (SM), yaitu pada masa "Wabah Besar Athena". Menurut perkiraan para arkeolog, makam tersebut tidak bersifat monumental, karena jenazah ditemukan bertumpuk di tempat yang menunjukkan bahwa mereka dikuburkan dengan tergesa-gesa, tanpa adat penguburan yang biasa dan tidak menghormati orang mati. Berdasarkan temuan tersebut, tim ilmuwan Yunani merumuskan teori bahwa mereka adalah korban wabah besar.

Apa yang disampaikan sejarawan Thucydides menawarkan pandangan yang unik dan berguna tentang masyarakat yang sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat itu, di tengah konflik yang terjadi di negeri itu dengan Sparta. "Melalui pengetahuan, kesabaran dan ilmu pengetahuan kita bisa menang," kata Thucydides. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.