Penajam Susun RTRW Untuk Jamin Keamanan Investasi di IKN
Senin, 20 Nov 2023, 03:40 WIBPENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, menyusun rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk menjamin keamanan investor menanamkan modalnya seiring pembangunan dan perkembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun mengatakan Pemkab sedang menyusun RTRW sebagai salah satu upaya persiapan menyambut penanam modal.
Makmur mengatakan rencana tata ruang wilayah tersebut bernilai signifikan terkait penataan kawasan di Kabupaten Penajam Paser Utara sehingga pembagian kawasan untuk perumahan, komersil, dan industri terlihat jelas.
"Penyusunan RTRW itu juga menjadi bukti kepastian bagi investor yang akan menanamkan modal di daerah berjuluk Benuo Taka itu karena tanah yang akan digunakan menjadi jelas statusnya," katanya di Penajam, akhir pekan kemarin.
Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Makmur, berpotensi dilirik para penanam modal sebagai daerah tujuan investasi karena letak geografisnya sebagai daerah asal dan terdekat dengan Kota Nusantara, ibu kota negara baru Indonesia.
Dia optimistis iklim investasi dapat dirasakan hingga ke Kabupaten Penajam Paser Utara dengan keberadaan Kota Nusantara pada sebagian wilayah di daerah itu, yakni di Kecamatan Sepaku.
Perwakilan Kementerian Industri, menurutnya, juga akan mengunjungi Kabupaten Penajam Paser Utara untuk melihat potensi yang dimiliki daerah setempat. "Kabupaten Penajam Paser Utara harus bersiap sambut investor untuk masuk. Investor yang datang hanya menyiapkan modal saja dan dapat segera membangunusaha," ujarnya.
Pemkab Penajam Paser Utara juga melakukan pemenuhan fasilitas di wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan investasi dalam RTRW.
Kawasan investasi akan dilengkapi dengan ketersediaan air dan listrik serta infrastruktur pendukung lain yang memadai, demikian Makmur Marbun.
Proyek di IKN hingga saat ini yang masif diyakini menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2023, terutama ditopang pembayaran pada triwulan IV untuk proyek IKN.
Atas besarnya proyek tersebut sehingga diyakini turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim hingga akhir tahun ini, termasuk hasil dari ekspor batu bara, minyak sawit mentah, dan sektor lainnya.
"Ekonomi Kaltim tahun 2023 bisa tumbuh antara 5,8-6,6 persen, dengan lapangan usaha tertinggi pada triwulan IV-2023 ditopang oleh konstruksi baik dari proyek IKN, pemda, maupun RDMP Balikpapan," kata Budi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada! BMKG Keluarkan "Warning" Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumut pada 25-28 Mei
-
Donald Trump Sebut Tawaran Iran “Sampah”, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
-
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta Berawan pada Siang hingga Malam
-
Pertamina Perkuat Ketersediaan BBM di Palangka Raya
-
Kasus Diare di OKU Capai 611 Orang, Dinkes Soroti Penurunan Kualitas Air Sungai
-
Presiden Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi di DPR
-
Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai, Ferry Kini Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.