Negara-negara Miskin Kehilangan Pendanaan untuk Atasi Bencana Iklim

Sabtu, 18 Nov 2023, 00:53 WIB

LONDON - Pusat Perlindungan Bencana atau Centre for Disaster Protection yang berbasis di London, pada Kamis (16/11), mengatakan negara-negara termiskin dan paling rentan tidak mendapatkan manfaat yang cukup dari pendanaan yang telah diatur sebelumnya untuk mengatasi bencana, paling rentan terhadap kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim.

Dikutip dari The Straits Times, pembiayaan yang diatur sebelumnya atau Pre-arranged financing (PAF), merupakan uang yang dipinjam oleh penerbit dari pasar modal, dalam bentuk kredit kontinjensi, kumpulan risiko regional, dan obligasi bencana, untuk digunakan jika peristiwa tertentu telah terjadi.

Ket. Foto: Pengendara menerobos banjir akibat hujan deras di Mombasa, belum lama ini. Negara miskin paling rentan terdampak kerugian dari perubahan iklim. — Sumber: SIMON MAINA/AFP

Meskipun PAF telah berkembang dalam dua tahun terakhir sebagai alat untuk mengatasi kerugian akibat cuaca, pusat tersebut memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa PAF hanya merupakan sebagian kecil dari pembiayaan krisis internasional dan tidak terjangkau bagi negara-negara yang memiliki banyak utang.

"Banyak negara dan masyarakat yang paling terkena dampak perubahan iklim adalah pihak yang paling sedikit menyebabkan perubahan iklim, dan biasanya tidak memiliki kapasitas teknis dan finansial untuk mengatasi kerugian dan kerusakan," kata laporan tersebut.

Dalam laporan itu ditambahkan bahwa antara tahun 2017 dan 2021, hanya sebesar 200,8 juta dollar AS atau setara dengan 3,7 persen pembiayaan pembangunan internasional untuk PAF, yang menjangkau negara-negara berpenghasilan rendah.

Membayar Utang

Akses negara-negara berpendapatan rendah terhadap PAF diperumit oleh kesulitan dalam membayar utang yang terakumulasi. Pusat ini menilai bahwa sekitar 60 persen penerima manfaat Kerangka Keberlanjutan Utang untuk Negara-negara Berpenghasilan Rendah, yang diperkenalkan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, berada pada risiko tinggi mengalami kesulitan utang atau sudah berada dalam kesulitan utang.

"Negara-negara berkembang di kepulauan kecil, yang perekonomiannya sering bergantung pada pariwisata dan pengiriman uang, secara tidak proporsional dan semakin terkena dampak perubahan iklim, termasuk seringnya terkena bencana iklim," kata laporan itu.

Menurut data tersebut, di seluruh dunia, instrumen PAF seperti obligasi bencana negara membayar 1,8 miliar dollar AS untuk wabah penyakit, termasuk Covid-19, 1,3 miliar dollar AS untuk badai tropis, dan 834 juta dollar AS untuk banjir dan tanah longsor antara tahun 2009 dan 2023.

Ketika negara-negara di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk pertemuan iklim global Conference of the Parties 28 (COP-28) yang dimulai pada tanggal 30 November di Dubai, pusat tersebut menganjurkan penggunaan PAF yang jauh lebih besar untuk membantu masyarakat yang rentan terhadap perubahan iklim dan krisis.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.