Khofifah Dorong Tenaga Medis Percaya Diri Gunakan Alkes dengan TKDN Yang Cukup
Jumat, 17 Nov 2023, 13:34 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengatakan, pilar ketiga transformasi kesehatan yakni transformasi sistem ketahanan kesehatan, memegang peran untuk mempertahankan sistem kesehatan yang baik di tengah ancaman kesehatan global.
Menurutnya, implementasi dari transformasi sistem ketahanan kesehatan ini antara lain mencakup produksi hingga distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan (alkes). Sehingga dapat diproduksi di dalam negeri atau memiliki prosentasenya Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang memenuhi syarat.
Dia mendorong agar penyedia layanan medis dan tenaga kesehatan (nakes) menggunakan alkes dengan TKDN yang memenuhi syarat.
"Bagaimana kita menyiapkan Alkes dengan TKDN yang lebih besar persentasenya. Namun yang tidak kalah penting ketika misalnya ada alkes yang sudah mencapai 40 persen TKDN-nya, yang menggunakan harus cukup percaya diri menggunakan alkes itu. Begitu pula untuk industri farmasi," katanya lewat keterangan tertulis, Jumat (17/11).
Hal ini, terang Khofifah, juga menjadi penguat untuk pilar kelima transformasi di bidang kesehatan yaitu SDM kesehatan. Dimana, SDM kesehatan ini tidak hanya nakes tapi juga para ahli yang expert dalam memproduksi alkes maupun sediaan farmasinya. Termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi yang punya basic teknologi dan jaringan cukup kuat dalam dan luar negeri.
"Dibutuhkan komitmen kuat tidak hanya dari pemerintah, namun juga dari pelaku pelaku industri. Harapannya semua pihak dapat membantu mewujudkan transformasi kesehatan untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia," terangnya usai menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023.
Tak lupa, ia menekankan pentingnya Enam Pilar Transformasi Kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan yang lebih kuat dan berkualitas.
Enam Pilar Transformasi Kesehatan tersebut yakni Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, serta Teknologi Kesehatan.
"Enam pilar transformasi kesehatan ini menjadi bagian yang secara programatik ada di dalam setiap institusi pemerintah daerah dan institusi pelayanan kesehatan. Sebagai penopang sistem kesehatan ini harus kita bangun bersama dengan serius dan terus menerus," katanya.
"Enam Pilar ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kesehatan dengan lebih cepat. Yang mana, ini juga selaras dengan tema HKN ke-59 yakni 'Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju'," imbuhnya.
Kelompok 'mager'
Secara khusus, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat mulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terkecil. Baik lewat gaya hidup _(lifestyle)_, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
"Jadi langkah promotif dan preventif harus dikuatkan. Kalau tahun 90-an lebih banyak kuratif dan rehabilitatif, tapi mulai tahun 2000 an preventif dan promotif digencarkan dinseluruh dunia. Jadi kelompok yang malas gerak (mager) harus berubah jadi senang gerak (seger)," pungkas dia.
- Khofifah Indar Parawansa
- Tenaga Kesehatan
- Alkes
- Pemprov Jatim
- Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
- Nakes
- TKDN
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Untuk Triwulan Pertama, Pendapatan Jakarta Sudah Rp8,7 Triliun
-
Iran Ogah Berunding Dibawah Blokade
-
Proyek Sekolah Rakyat Jateng 2 Capai 30,3 Persen, Kementerian Sosial Targetkan Selesai Juni 2026
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Jangan Salah Jadwal, Ini Rincian Gelombang Keberangkatan Haji Karawang dari April hingga Mei
-
Barasuara Tampil di Nipah Park Makassar, Pengunjung Melonjak 21 Persen Tembus 11 Ribu
-
Ratusan Eks Karyawan Situbondo Belum Terima Hak, Perusahaan Janji Bayar Dicicil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.