Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar Menguat karena Penjualan Ritel AS Turun

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Menguat karena Penjualan Ritel AS Turun Doc: ANTARA/Puspa Perwitasari
Ket. Ilustrasi - Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS.

NEW YORK - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (15/11) atau Kamis (16/11) pagi WIB karena penjualan ritel AS turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada Oktober namun lebih kecil dari perkiraan.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya menguat 0,32 persen menjadi 104,393.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan penjualan ritel sebesar 0,1 persen pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya, disesuaikan secara musiman tanpa memperhitungkan inflasi.

Hal itu menandai penurunan bulanan pertama sejak Maret, namun penurunan tersebut lebih kecil dari perkiraan para ekonom.

Indeks harga produsen (PPI) AS pada Oktober menunjukkan kenaikan secara tahunan yang lebih rendah dari perkiraan 1,3 persen, gagal memenuhi proyeksi kenaikan 1,9 persen.

PPI inti pada Oktober juga tidak mencapai ekspektasi yang secara tahunan mencapai 2,4 persen dibandingkan dengan proyeksi 2,7 persen dan menurun dari 2,7 persen pada September.

"Laporan penjualan ritel Oktober menggarisbawahi pandangan kami bahwa melambatnya pertumbuhan pendapatan, berkurangnya tabungan berlebih, dan kondisi kredit yang restriktif, membatasi keinginan dan kemampuan konsumen untuk berbelanja," kata Kepala Ekonom Nationwide Kathy Bostjancic.

Bostjancic menambahkan, seiring dengan laporan inflasi Oktober yang menggembirakan dan perlambatan sehat dalam pertumbuhan lapangan kerja, mundurnya belanja konsumen setelah belanja musim panas, akan memberikan kenyamanan bagi Federal Reserve bahwa sikap kebijakan moneter restriktif mereka mengurangi tekanan inflasi.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun ke 1,0846 dolar AS dari 1,0881. Pound Inggris turun ke 1,2418 dolar AS dari 1,2499 dolar AS.

Sementara itu, dolar AS mencapai 151,3750 yen Jepang, lebih tinggi dari 151,3420 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,883 franc Swiss dari 0,8887 franc Swiss.

Selanjutnya, dolar AS melemah menjadi 1,3685 dolar Kanada dari 1,3696 dolar Kanada dan dolar AS melemah menjadi 10,5331 krona Swedia dari 10,5776 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.