Setop Eksploitasi Anak untuk Ekonomi
📅 Selasa, 14 Nov 2023, 10:39 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Sejumlah kalangan mengingatkan orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak demi kebutuhan ekonomi karena dapat mengancam lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Cara ini menjauhkan anak anak dari lingkungan pendidikan tempat mereka menimba ilmu sebagai bekal di masa depan.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah mengatakan, selama ini, tren pekerja anak itu meningkat dan makin mengkhawatirkan. Hal itu membuat kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang layak sulit tercapai.
"Anak anak yang menjadi manusia badut dan silver meningkat pada tahun 2020-2021 padahal 2019 turun. Mestinya anak anak jangan dieksploitasi untuk kebutuhan ekonomi keluarga," tegas Ai Maryati dalam diskusi virtual terkait Negara Hadir Atasi Darurat Kekerasan Anak yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Senin (13/11).
Adapun eksploitasi ekonomi terhadap anak termasuk bagian dari kekerasan terhadap anak, sementara kekerasan terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran dalam pemenuhan hak anak. Dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) telah mendeklarasikan penghapusan kekerasan terhadap anak pada 2030.
Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu meminta semua pihak untuk berkolaborasi mengurangi kasus kekerasan terhadap anak. Hal itu termasuk orang tua di rumah, lingkungan di sekolah dan stakeholder terkait lainnya termasuk pemerintah sendiri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!