Mahfud MD Ajak Masyarakat Terus Lawan Korupsi
Sabtu, 11 Nov 2023, 01:25 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, berpesan kepada masyarakat untuk terus melawan korupsi. Hal tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Pahlawan 2023 di Jakarta, Jumat (10/11).
"Koruptor itu mengorbankan harga diri dan rakyat jelata untuk kemiskinan. Koruptor itu jahat sekali harus disikat," ujar Mahfud, usai Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2023, di Taman Makam Pahlawan, Jakarta, pada Jumat (10/11).
Dia juga mengajak masyarakat untuk meneladani sikap para pahlawan. Menurutnya, para pahlawan rela mengorbankan nyawa dan raga untuk kemakmuran rakyat.
"Saya berpesan jangan jadi koruptor tirulah para pahlawan itu mengorbankan nyawa dan raga untuk kemakmuran rakyat," jelas Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) pasangan Ganjar Pranowo itu.
Kasus Wamenkumham
Pada kesempatan tersebut, Mahfud juga menanggapi terkait penetapan Wamenkumham, Eddy Hiariej sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Menurutnya, hal tersebut membuktikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.
"Iya proses hukum berjalan dan menurut saya KPK ketika bicara penegakkan hukum harus tidak pandang bulu dan itu dibuktikan," jelasnya.
Dia menambahkan, banyak kritik dari berbagai pihak terhadap KPK. Menurutnya, penindakan yang tegas dan transparan agar kritik-kritik tersebut dapat terjawab. "Harus ditindak secara tegas dan transparan ketika KPK menetapkan seorang tersangka pasti sudah ada alat bukti yang cukup bahwa peristiwa korupsi atau pencucian uang itu terjadi tinggal nanti menguji alat bukti itu di pengadilan," tandasnya.
Sebelumnya, KPK telah menandatangani surat penetapan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej sebagai tersangka kasus dugaan suap sekitar dua pekan lalu. Selain Eddy, KPK menetapkan tiga tersangka lain dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.
Eddy Hiariej dilaporkan oleh Indonesia Police Watch (IPW) ke KPK atas dugaan gratifikasi sebesar 7 miliar rupiah.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso pada 14 Maret 2023 melaporkan Yogi Ari Rukmana selaku asisten pribadi Eddy Hiariej dan advokat Yosie Andika Mulyadi ke KPK atas dugaan penerimaan gratifikasi senilai 7 miliar rupiah terkait konsultasi dan bantuan pengesahan badan hukum sebuah perusahaan.
Meski demikian, kuasa hukum Eddy Hiariej, Ricky Herbert Parulian Sitohang, membantah tudingan soal penerimaan gratifikasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa uang yang diterima Yosi adalah murni fee yang diterima yang bersangkutan untuk pekerjaannya sebagai pengacara.
Ricky juga menegaskan tidak serupiah pun diterima oleh kliennya dan kliennya bahkan tidak tahu-menahu apa saja yang dikerjakan Yosi.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Laporan APBN KiTa Edisi Maret 2026
-
Arab Saudi Tambahkan 20 Armada Kereta Cepat Haramain ke Jalur Mekah-Madinah-Jeddah
-
Uang Tunai di Pemilu Harus Dibatasi
-
DPR Harus Segera Revisi UU Tipikor Guna Atur Kerugian Negara
-
Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Batang Dua Ternate
-
KPK: Korupsi di Indonesia Sudah seperti Ekosistem
-
KPK Tahan Bupati Pekalongan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.