Filipina Tuding Kapal Tiongkok Lakukan Provokasi Berbahaya
📅 Sabtu, 11 Nov 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
MANILA - Filipina pada Jumat (10/11) menuding penjaga pantai Tiongkok melakukan pelecehan berbahaya terhadap kapal-kapal Filipina di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan, termasuk menembakkan meriam air dan menghalangi kapal-kapal yang sedang melakukan misi pasokan.
Insiden tersebut terjadi saat Filipina menjalankan misi untuk mengirimkan perbekalan ke garnisun kecil di Second Thomas Shoal, yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly dan merupakan titik konflik yang sudah lama terjadi antara kedua negara.
Filipina memiliki pos terdepan di sembilan terumbu karang dan pulau di Spratly, termasuk Second Thomas Shoal. Sedangkan Tiongkok terus mengerahkan penjaga pantai dan kapal-kapal lain untuk berpatroli di wilayah yang diperebutkan dan menegaskan klaimnya atas hampir seluruh LTS.
Manila mengatakan penjaga pantai Tiongkok dan kapal-kapal lainnya secara sembrono mengganggu, memblokir, melakukan manuver berbahaya ketika mereka mencoba secara ilegal menghalangi atau merintangi misi pada Jumat.
"Sebuah kapal penjaga pantai Tiongkok menembakkan meriam air ke salah satu dari dua kapal pemasok," lapor Satuan Tugas Nasional Filipina untuk Laut Filipina Barat. "Misi pasokan tersebut juga menjadi sasaran pelecehan yang sangat ceroboh dan berbahaya dalam jarak dekat, yang dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok di dalam perairan dangkal tersebut," imbuh satgas itu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa walau muncul rintangan, kapal-kapal Filipina masih berhasil mengirimkan muatan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Satgas itu pun mengatakan bahwa Kedutaan Besar Filipina di Beijing telah melayangkan protes kepada Kementerian Luar Negeri Tiongkok atas insiden terbaru tersebut, yang menurut mereka telah membahayakan nyawa rakyat Filipina.
"Cara sistematis dan konsisten yang dilakukan Republik Rakyat Tiongkok dalam melakukan tindakan ilegal dan tidak bertanggung jawab ini menimbulkan pertanyaan dan keraguan besar akan ketulusan seruan mereka untuk melakukan dialog damai," demikian pernyataan satgas itu.
Menanggapi insiden itu, Tiongkok mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan pengendalian terhadap dua kapal pengangkut Filipina dan tiga kapal penjaga pantai yang mereka tegaskan berada di perairan Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tindakan Filipina melanggar kedaulatan wilayah Tiongkok," kata juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok, Gan Yu. "Kami mendesak Filipina untuk segera menghentikan tindakan pelanggarannya," imbuh dia.
Kecenderungan Agresif
Insiden pada Jumat terjadi hampir tiga pekan setelah dua tabrakan antara kapal Tiongkok dan Filipina selama misi pasokan serupa dan kedua negara saling menyalahkan.
"Niat Tiongkok jelas dirancang untuk menghentikan misi pasokan itu," kata Jay Batongbacal, direktur Institut Urusan Maritim dan Hukum Laut di Universitas Filipina. "Penggunaan kembali meriam air merupakan indikasi adanya kecenderungan agresif yang sepertinya mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tidak tergoyahkan oleh apa yang telah kami lakukan," imbuh dia kepadaAFP.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos secara terbuka mengkritik tindakan Tiongkok di LTS, dan mengupayakan hubungan keamanan yang lebih kuat dengan Jepang dan AS dalam menghadapi tindakan Tiongkok di perairan tersebut.
Beijing telah mengabaikan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada tahun 2016 yang menyatakan bahwa klaimnya atas hampir seluruh wilayah perairan tersebut tidak memiliki dasar hukum. Tiongkok malah meningkatkan patroli perairan dan terumbu karang di LTS selama sekitar satu dekade terakhir dan membangun pulau-pulau buatan yang telah dimiliterisasi untuk memperkuat pernyataannya. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!