Puluhan Delegasi Asing Pelajari Program JKN

Rabu, 08 Nov 2023, 19:54 WIB

JAKARTA - Puluhan delegasi asing dari berbagai negara yang tergabung dalam Joint Learning Network (JLN) mempelajari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komunitas JLN ini melibatkan para pemimpin dari kementerian lembaga pembiayaan kesehatan nasional kesehatan dan lembaga pemerintah lainnya di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

"JLN diharapkan mampu menjawab tantangan praktis reformasi sistem kesehatah untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC)," ujar Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, saat menyambut delegasi JLN, di Jakarta, Rabu (8/11).

Ket. Foto: Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, saat menyambut delegasi JLN, di Jakarta, Rabu (8/11). — Sumber: Muhamad Ma'rup

Dia menerangkan, kunjungan delegasi JLN merupakan rangkaian Asian eHealth Information Network (AeHIN) General Meeting 2023 yang diselenggarakan AeHIN bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Kegiatan berlangsung pada 6-9 November 2023 dan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Ghufron menanbahkan, kehadiran BPJS Kesehatan selaku penyelenggara program JKN menjadi magnet tersendiri bagi negara-negara di dunia. Pasalnya, belum genap 10 tahun berjalan, sudah lebih dari 95 persen penduduk Indonesia menjadu pesrta program JKN.

"Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tercepat dalam berproses menuju UHC. Karena itulah, tak sedikit negara yang tertarik mempelajari bagaimana BPJS Kesehatan beroperasi," jelasnya.

Pemanfaatan Data

Dia mengatakan, data yang dimiliki BPJS Kesehatan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan baik untuk keperluan penelitian maupun pengambilan kebijakan yang kredibel berbasi bukti atau evidence based policy. Hal tersebut penting untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan program JKN.

"Untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi, dan pihak-pihak terkait lainnya, BPJS Kesehatan juga telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan data yang ada di BPJS Kesehatan," katanya.

Ghufron mencontohkan, setiap hari, ada 112 transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem program JKN atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran.

"Data dan informasi Program JKN ini ibarat tambang emas. Karenanya, kami berupaya memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya," tandasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.