AS Menguji Rudal Balistik Antarbenua 'Minuteman III' Sejauh 6.758 Km

Kamis, 06 Nov 2025, 18:37 WIB

VANDENBERG - Departemen Perang dan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat melakukan uji peluncuran operasional rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile) atau ICBM Minuteman III yang tidak dipersenjatai hulu ledak dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, Rabu (5/11) dini hari.

Dari Defence Blog, peluncuran sejauh 4.200 mil atau sekitar 6.758 kilometer itu berlangsung pada pukul 1:35 pagi Waktu Pasifik dan diberi nama GT 254, menurut pengumuman tersebut.

Ket. Foto: AS Menguji Rudal Balistik Antarbenua 'Minuteman III' Sejauh 6.758 Km — Sumber: Istimewa

Departemen Perang menyatakan bahwa uji coba ini dilakukan untuk mengevaluasi keandalan, kesiapan operasional, dan akurasi sistem Minuteman III, yang tetap menjadi elemen penting dalam struktur pencegahan nuklir Amerika Serikat.

Kendaraan reentry rudal tanpa senjata tersebut menempuh jarak sekitar 4.200 mil menuju Situs Uji Pertahanan Rudal Balistik Ronald Reagan milik Komando Pertahanan Luar Angkasa dan Rudal Angkatan Darat AS di Atol Kwajalein di Republik Kepulauan Marshall.

Peluncuran diinisiasi oleh Penerbang dari Skuadron Operasi Strategis ke-625 Komando Serangan Global Angkatan Udara menggunakan Sistem Kendali Peluncuran Udara (AVLC) dari pesawat E-6B Mercury Angkatan Laut AS. Penggunaan sistem udara ini menunjukkan tersedianya kemampuan komando dan kendali cadangan bagi pasukan ICBM.

"GT 254 bukan sekadar peluncuran – ini adalah penilaian komprehensif untuk memverifikasi dan memvalidasi kemampuan sistem ICBM dalam menjalankan misi krusialnya," ujar Letnan Kolonel Karrie Wray, komandan Skuadron Uji Terbang ke-576. "Data yang dikumpulkan selama uji coba ini sangat berharga dalam memastikan keandalan dan akurasi sistem senjata ICBM yang berkelanjutan."

Western Test Range di Vandenberg berfungsi sebagai lokasi uji coba peluncuran jenis ini. Departemen Perang mencatat bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin dan tidak terkait dengan peristiwa geopolitik apa pun yang sedang berlangsung. Situs Uji Reagan mengumpulkan data menggunakan radar fidelitas tinggi, sensor optik, dan telemetri selama fase akhir penerbangan.

"Uji coba ini memvalidasi keandalan, kemampuan adaptasi, dan modularitas sistem persenjataan," ujar Kolonel Dustin Harmon, komandan Grup Uji dan Evaluasi ke-377. "Melalui penilaian komprehensif ini, yang dilakukan oleh tim Penerbang AFGSC yang berdedikasi, kami memastikan standar integritas dan keandalan tertinggi untuk sistem ICBM nasional."

Personel dari ketiga sayap rudal di bawah Komando Serangan Global Angkatan Udara turut ambil bagian, dengan dukungan pemeliharaan disediakan oleh Sayap Rudal ke-90 di Pangkalan Angkatan Udara FE Warren di Wyoming. Grup Uji dan Evaluasi ke-377 mengawasi perencanaan dan pelaksanaan.

Minuteman III, yang pertama kali dioperasikan pada tahun 1970-an, sedang dirawat sementara AS beralih ke ICBM LGM-35A Sentinel yang baru. Hingga Sentinel beroperasi penuh, uji validasi yang berkelanjutan memastikan bahwa sistem lama tersebut tetap layak.

"Seiring modernisasi sistem persenjataan Sentinel, kami harus terus menjaga kesiapan armada Minuteman III yang ada. GT 254 membantu memenuhi komitmen tersebut, memastikan akurasi dan keandalannya yang berkelanjutan," ujar Jenderal SL Davis, komandan Komando Serangan Global Angkatan Udara.

Departemen Perang juga menyatakan secara terbuka: “Di bawah @POTUS & @SECWAR, kita memiliki PERDAMAIAN MELALUI KEKUATAN.”

  • Rudal Balistik Antarbenua

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.