Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Kebakaran Gambut, BRGM Prioritaskan Pengendalian Air Terpadu

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 09:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Kebakaran Gambut, BRGM Prioritaskan Pengendalian Air Terpadu Doc: ANTARA/Auliya Rahman
Ket. Asap membumbung tinggi dari hutan yang terbakar di Laboratorium Alam Hutan Gambut Cimtrop, Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (8/10/2023).

JAKARTA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memprioritaskan model pengendalian air secara terpadu untuk mencegah kebakaran di lahan gambut.

Kepala Kelompok Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BRGM Didy Wurjanto di Jakarta, Senin (30/10), mengatakan BRGM menargetkan model pengendalian air terpadu siap diterapkan di seluruh kawasan kesatuan hidrologi gambut (KHG) yang tersebar di tujuh daerah rawan pada 2024.

Ketujuh daerah rawan kebakaran gambut tersebut, yakni Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

"Model ini prioritas kami ke depan, sudah mulai dilakukan penjajakan sejak awal tahun di Riau, Kalimantan Barat, targetnya tahun depan semuanya sudah jalan," kata dia.

Didy menjelaskan model pengendalian air terpadu ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah kebakaran lahan gambut, selain membangun sumur bor dan kanal air.

Ia mengatakan kebakaran lahan gambut di Indonesia umumnya terjadi pada musim kemarau, ketika kadar air di kawasan itu menjadi rendah.

Selain karena faktor alam, tim BRGM di lapangan juga menemukan penyebab lahan gambut kering diduga sengaja dibuat oknum masyarakat dan perusahaan pemilik konsesi.

Hal ini, kata dia, terbukti hampir di setiap kawasan gambut memiliki sekat-sekat untuk mengalirkan air, sehingga lama-kelamaan lahan akan mengering dan kemudian mudah terbakar.

"Selama ini kurang maksimal diperhatikan karena hal yang menjadi tantangannya yaitu 1,7 juta hektare dari 2,6 juta hektare lahan gambut yang menjadi perhatian BRGM berada dalam wilayah konsesi," kata dia.

Oleh sebab itu,BRGM mengharapkan penerapan model tersebut mendapat dukungan penuh tak hanya dari instansi pemerintah namun juga swasta atau pemegang izin konsesi lahan perkebunan.

Dia menjelaskan dukungan ini penting yang terbukti setelah sebelumnya BRGM melakukan uji coba model pengendalian air terpadu di KHG Rawa Berau, Kalimantan Timur.

Hasil uji coba, kata dia, menunjukkan bahwa model ini dapat mengurangi risiko kebakaran lahan gambut hingga 70 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

36 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.