Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Produksi Bioavtur

📅 Senin, 30 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh:
Tingkatkan Produksi Bioavtur Doc: istimewa

JAKARTA - Bahan bakar aviasi ramah lingkungan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dinilai aman untuk penerbangan. Sebab, bauran avtur dan bahan bakar nabati (BBN) berbasis palm kernel oil (minyak inti sawit) itu memiliki standar internasional.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, mengapresiasi penggunaan bahan bakar aviasi ramah lingkungan Pertamina SAF atau bioavtur oleh maskapai Garuda. Hal itu sebagai upaya transisi energi menuju net zero emission (NZE).

Alvin yang juga Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) menambahkan, Pertamina sudah lama merintis bahan bakar aviasi ramah lingkungan tersebut, yakni sekitar 13 tahun dengan berbagai uji coba. Selama 13 tahun uji coba, lanjutnya, setiap kali ada kemajuan, bioavtur harus diuji melalui pengujian tingkat internasional, karena untuk menggunakan bahan bakar tersebut, Garuda juga menyewa pesawat buatan industri luar negeri.

"Jadi secara kualitas, dapat diterima sesuai standar internasional. Itu yang sangat penting. Karena dalam penerbangan, faktor safety adalah yang utama dan tidak dapat ditawar," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pesawat tersebut tentu diasuransikan, tambahnya, dengan demikian, maskapai dan perusahaan asuransi juga ikut menguji karena tidak mau pesawatnya rusak atau mengalami insiden. Menurut Alvin, bahan bakar nabati untuk pesawat berbeda dibandingkan untuk kendaraan lain, seperti biofuel pada motor.

Bioavtur dibawa pesawat terbang di atas 30-40 ribu kaki dengan temperatur -30 sampai -40 derajat Celsius, tambahnya, pada kondisi tersebut, teruji bahwa tidak membeku, karakter kimianya tidak berubah. Karena kualitas bioavtur tersebut setara dengan Avtur, imbuh Alvin, maka bahan bakar aviasi tersebut juga sesuai dengan mesin pesawat dari berbagai industri seperti Boeing, Airbus, serta yang lain.

Alvin berharap, ke depan Pertamina terus mengembangkan Pertamina SAF atau bioavtur. Dalam hal ini, tantangan Pertamina adalah meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa memenuhi permintaan serta persoalan harga.

Sebelumnya, pada 27 Oktober lalu dilakukan penggunaan perdana Pertamina SAF oleh Garuda dengan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) menuju Bandara Adi Soemarmo (Surakarta), dan kembali ke Jakarta dengan bahan bakar aviasi ramah lingkungan tersebut. Penerbangan itu dioperasikan dengan armada Boeing 737-800NG (PK-GFX).

"Garuda Indonesia menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon, salah satunya dengan mengoperasikan penerbangan komersial berbahan bakar bioavtur J2.4 ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/10).

Prioritaskan Domestik

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) memprioritaskan distribusi bioavtur untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar penerbangan dalam negeri sebelum dipasarkan ke mancanegara.

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya, mengungkapkan Pertamina telah memproduksi sebanyak 100 kiloliter Pertamina SAF sejak rangkaian tahap uji coba hingga penerbangan perdana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

14 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

29 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.