Studi: Berjalan 7.500 Langkah Setiap Hari Kurangi Komplikasi Pasca Operasi
Minggu, 29 Okt 2023, 17:50 WIBTak diragukan lagi bahwa aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan kesehatan. Berjalan kaki menjadi salah satu aktivitas yang dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan tubuh.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang yang berjalan lebih dari 7.500 langkah setiap hari dapat mengurangi risiko komplikasi pasca operasi. Terlepas dari kompleksitas prosedur dan penyakit penyerta, para peneliti mengatakan bahwa pola berjalan kaki setiap hari selama periode pra operasi dapat mengurangi risiko komplikasi sekitar setengahnya.
Temuan ini dipresentasikan pada American College of Surgeons Clinical Congress 2023 di San Francisco. Setelah menganalisis data kesehatan dari 475 partisipan dalam "All of Us Research Program," para peneliti meneliti hubungan antara aktivitas fisik dan terjadinya komplikasi pasca operasi dalam jangka waktu 90 hari.
Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan Fitbit, perangkat yang dapat dikenakan yang melacak langkah harian, tidur, olahraga, dan detak jantung. Para partisipan berusia di atas 57 tahun dan menjalani berbagai macam prosedur bedah seperti bedah umum, bedah ortopedi, dan bedah saraf.
Dari para partisipan, 12,6 persen mengalami komplikasi dalam waktu 90 hari setelah operasi. Kemungkinan terjadinya komplikasi dalam waktu 30 hari adalah 45 persen lebih kecil ketika pasien mengambil lebih dari 7.500 langkah per hari sebelum operasi dibandingkan dengan mereka yang berjalan lebih sedikit.
"Setelah disesuaikan dengan komorbiditas, BMI, jenis kelamin, ras, dan kompleksitas operasi, kemungkinan mengalami komplikasi 51 persen lebih rendah (rasio odds 0,49) jika pasien memiliki data Fitbit yang menunjukkan bahwa mereka telah berjalan lebih dari 7.500 langkah per hari sebelum operasi," kata para peneliti, dilansir dari Medical Daily, Rabu (25/10).
Para peneliti mengatakan bahwa analisis mereka tidak terbatas hanya pada hari-hari menjelang operasi, tetapi juga aktivitas fisik selama enam bulan atau beberapa tahun sebelum operasi.
"Fitbits dan perangkat wearable lainnya berpotensi untuk dihubungkan dengan Electronic Health Records (EHR) dan menjadikan data tersebut sebagai bahan pertimbangan para ahli bedah ketika merencanakan perawatan perioperatif untuk pasien mereka. Hal ini dapat benar-benar membuahkan hasil untuk meningkatkan hasil pasca operasi," tutur penulis utama studi, Carson Gehl, seorang mahasiswa kedokteran di Medical College of Wisconsin di Milwaukee.
"Kami menggunakan kombinasi data EHR dan Fitbit untuk mengungkap bagaimana cara meningkatkan hasil operasi. Dalam penelitian kami, kami melihat berapa banyak langkah yang dicatat pasien pada hari tertentu, yang merupakan proksi untuk aktivitas fisik," tambah Gehl.
Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan tertentu, karena didasarkan pada data Fitbit yang berasal dari kelompok pasien yang kurang beragam. Generalisasi hasil penelitian ini juga terbatas karena para partisipan harus memiliki perangkat Fitbit sendiri.
Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah mungkin untuk mengurangi risiko komplikasi pasca operasi melalui aktivitas fisik pada periode pra operasi.
"Kami membutuhkan lebih banyak penelitian dan bukti untuk menjawab pertanyaan itu," pungkas Gehl.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.