Ahli Epidemiologi Tiongkok yang Mendorong Kebijakan Covid Meninggal Dunia

Sabtu, 28 Okt 2023, 14:55 WIB

BANGKOK - Wu Zunyou, seorang ahli epidemiologi yang membantu mendorong langkah-langkah ketat kebijakan nol-Covid di Tiongkok meninggal pada Jumat (27/10).

Menurut laporan Associiated Press, pengumuman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok tidak memberikan alasan terkait kematian pria 60 tahun itu. Hanya mengatakan "tindakan penyelamatan gagal."

Ket. Foto: Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok, berbicara dalam konferensi pers di Beijing, pada 29 Desember 2022. Pakar Tiongkok ini membantu memimpin langkah-langkah anti-covid yang menangguhkan akses ke kota-kota dan memicu protes telah meninggal Jumat. Wu berusia 60 tahun. — Sumber: AP/Ng Han Guan

Kesehatan Wu sangat buruk selama berjuang melawan kankernya. Dia menghilang dari perhatian publik selama berbulan-bulan pada tahun lalu.

Wu yang memperoleh gelar master dan doktor dari Universitas California, Los Angeles, menghabiskan sebagian besar awal karirnya dengan bekerja untuk pencegahan HIV/Aids di Tiongkok.

Wu berperan penting dalam mengembangkan kebijakan utama Tiongkok terkait epidemi HIV di kalangan pengguna narkoba suntikan, menurut biografinya di situs UCLA. Sebagai pengakuan atas karyanya, ia dianugerahi Penghargaan Rolleston Internasional 2005. Kemudian ia juga dianugerahi Medali Emas UNAIDS pada 2008 atas karyanya secara keseluruhan.

Namun, ketika Tiongkok berjuang melawan virus Covid-19, Wu mendapat kritik dari beberapa pihak karena pilihannya untuk secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap langkah-langkah pengendalian virus yang ketat di negara tersebut meskipun kelemahan strategi tersebut semakin terlihat.

"Dinamis nol-Covid sesuai dengan realitas Tiongkok, dan merupakan pilihan terbaik untuk mengendalikan situasi Covid di negara kita saat ini," ujarnya pada April 2022, saat puncak lockdown di Shanghai.

Strategi ini memberikan waktu bagi Tiongkok pada masa-masa awal pandemi, namun pada 2022, ketika virus menjadi semakin mudah menyebar, hal ini menunjukkan tanda-tanda ketegangan.

Shanghai tidak siap menghadapi lockdown. Penduduknya harus berebut bahan makanan dan kebutuhan dasar. Banyak juga yang kesulitan mengakses layanan medis darurat karena dilarang meninggalkan rumah atau bahkan memasuki rumah sakit. Banyak juga yang marah mengenai aspek penting dari pengendalian virus, yang melibatkan rumah sakit lapangan massal di mana orang-orang yang dites positif terpaksa dirujuk ke petugas kesehatan masyarakat.

Secara pribadi, Wu tidak setuju dengan strategi nol-Covid yang berlebihan, namun ia merasa tidak berdaya untuk menentangnya.

Ketika nol-Covid menjadi tidak berkelanjutan pada musim gugur 2022, ia menulis laporan internal yang mendesak pemerintah untuk menghindari tindakan berlebihan. Namun dalam konferensi pers publik selama beberapa tahun terakhir, dia menyuarakan pernyataan resminya.

Wu tampak menua dalam pertarungannya melawan virus. Pada 2020, sebagian besar rambutnya hitam; dua tahun kemudian slueurh rambutnya memutih.

Berita kematian Wu muncul beberapa jam setelah kematian mantan Perdana Menteri Li Keqiang diumumkan. Li adalah pemimpin nomor dua di Tiongkok selama pandemi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.