Menanti Data Ekonomi AS

Jumat, 27 Okt 2023, 08:41 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas jelang akhir pekan ini. Pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, seperti data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan pergerakan harga komoditas dunia.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (27/10), bergerak menguat terbatas dengan support di level 6.711 dan resistance di 6.798.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/10), ditutup melemah tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) Surat Utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasuries.

IHSG ditutup melemah 119,87 poin atau 1,75 persen ke posisi 6.714,52. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 22,63 poin atau 2,48 persen ke posisi 889,31.

"Indeks saham di Asia sore ini di tutup turun tajam, tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) Surat Utang Pemerintah AS (US Treasuries), dan kekhawatiran atas eskalasi krisis di Timur-Tengah," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.

Dari sisi makroekonomi, investor mengantisipasi rilis data Produk Domestik Bruto pada kuartal III-2023 AS, dengan ekspektasi ekonomi AS mengalami ekspansi dengan laju tercepat hampir dua tahun, yang dimotori oleh konsumen yang merasakan manfaat dari pertumbuhan pasar tenaga kerja AS yang tetap solid dan meredanya tekanan inflasi.

Ekonomi AS diprediksi tumbuh 4,3 persen secara kuartalan (qtq) pada kuartal III-2023 atau dua kali lipat dari laju pertumbuhan 2,1 persen (qtq) pada kuartal III-2022, yang akan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal IV-2021 ketika ekonomi AS berhasil membebaskan diri dari dampak Pandemi Covid-19.

Selain itu, investor juga mengantisipasi pengumuman hasil pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB), yang di prediksi akan mempertahankan suku bunga acuan untuk pertama kali dalam lebih dari setahun karena perang antara Israel dan Hamas telah menyebarkan rasa pesimis mengenai prospek ekonomi Eropa.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.