Bawaslu Karawang Awasi Politik Uang saat Masa Kampanye

Selasa, 24 Okt 2023, 00:44 WIB

Karawang - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Karawang, Jawa Barat, fokusmelakukan pengawasan politik uang, SARA (suku, ras, agama, antargolongan) dan hoaks saat kampanye Pemilu 2024.

"Sebentar lagi tahapan pemilu akan memasuki masa kampanye," kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karawang, Engkus Kusnadi, saat sosialisasi pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024 yang diselenggarakan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Karawang Timur, di Karawang, Senin.

Saat ini, tahapan pemilu tengah memasuki persiapan penetapan daftar calon tetap, yang akan disusul dengan tahapan kampanye.

Menurut dia, ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian saat tahapan kampanye nanti, diantaranya persoalan politik uang, SARAdan hoaks.

Hal tersebut akan menjadi perhatian dalam pengawasan saat tahapan kampanye, karena seringkali menimbulkan polarisasi masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekisruhan.

"Persoalan politik uang, SARA dan hoaks tidak bisa dianggap remeh saat masa kampanye. Politik uang misalnya, itu bukan hal remeh, sebab dengan politik uang berarti menggadaikan hak pilih kita dengan uang Rp50-100 ribu saat pemilu," katanya.

Jika sebuah keputusan memilih ditentukan dengan patokan pemberian uang, maka khawatir pemilu tidak akan menelurkan pemimpin yang visioner dan kepentingan rakyat kemungkinan tidak akan terperhatikan.

Mengenai SARA dan hoaks, katanya, sesuai dengan pengalaman pada pemilu sebelumnya, dua isu tersebut sempat membelah masyarakat yang mengakibatkan keributan di kalangan masyarakat.

Atas hal itulah, ia menekankan agar pengawas pemilu, mulai dari pengawas tingkat desa, kecamatan hingga pengawas tingkat kabupaten akan menaruh perhatian terhadap persoalan politik uang, SARAdan hoaks pada masa kampanye nanti.

"Kami juga mengingatkan bahwa dalam indeks kerawanan pemilu, Karawang masuk katagori rawan sedang dalam konteks kontestasi. Alasannya, Karawang ini adalah daerah migrasi. Daerah yang menjadi tujuan pendatang dari luar Karawang," kata dia.

Bahkan beberapa kecamatan di Karawang, termasuk di Kecamatan Karawang Timur, ini masuk kategori daerah urban, sehingga tingkat kerawanannya bisa disebut cukup tinggi.

Atas kondisi itu, ia menekankan agar pengawas desa dan pengawas di wilayah Kecamatan Karawang Timur memperhatikan hal itu.

Hal yang juga perlu diperhatikan, kata Kusnadi, menjaga pemilu agar berjalan lancar tidak bisa ditentukan oleh lembaga penyelenggara semata. Namun perlu peran masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan, melaporkan jika terjadi kecurangan atau pelanggaran pemilu.

Sementara itu, Sekretaris Camat Karawang Timur, Nadia Ratna Sari, berharap agar pemilu di daerahnya bisa berjalan lancar, aman dan damai, dengan didukung atas tingginya partisipasi masyarakat.

"Sinergitas perlu terus ditingkatkan agar pemilu bisa berjalan lancar. Jadi mari kita sama-sama untuk mengawal pemilu agar berjalan lancar dan damai," katanya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan agar masyarakat ikut terlibat melakukan pengawasan sesuai dengan konsep pengawasan partisipatif yang kini tengah digencarkan jajaran Bawaslu.

"Kalau ada potensi kecurangan atau pelanggaran pemilu, jangan diam. Silakan sampaikan ke jajaran Bawaslu atau Panwaslu di tingkat kecamatan," katanya.

Ia juga berharap agar masyarakat mewaspadai hoaks pada pemilu. Sebab hoaks seringkali menjadi bumbu atau sebuah percikan yang bisa mengganggu kamtibmas

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gubernur BI Perlu Perkuat Independensi dan Koordinasi

Formula 1: Hamilton Akui Pesan Sarkastis di Radio Tak Mencerminkan Dirinya yang Terbaik

Joao Fonseca Mundur dari US Open karena Cedera Perut

Roger Federer Akhirnya Kembali ke Flushing Meadows untuk Perpisahan yang Tertunda di US Open

Museum KH Noer Ali Digagas Jadi Pusat Edukasi Sejarah Bekasi

Debut Manis Morgan Rogers di Chelsea, Cetak Gol tapi Akui Belum Maksimal

Tottenham Resmi Datangkan Savinho dari Manchester City, Nilai Transfer Capai 2,05 Triliun Rupiah

Review Batman: Knightfall Part 1, Ketika Batman Dihancurkan dari Dalam

Transportasi Umum Diperluas, Polusi Jakarta Tak Kunjung Tuntas

Zero ODOL Berlaku 2027, Pelanggar Siap Didenda

Misi Rahasia? C-17 Globemaster Angkatan Udara AS Mendarat di Moskow, Kremlin: Kami Tak Punya Informasi

Joe Taslim Dirumorkan Jadi Mister Negative di Film Spider-Man Berikutnya

Sydney Sweeney Tantang Tom Cruise Lewat Aksi Wing-Walking ala Mission: Impossible

Bukan sekadar Kain Hiasan, Wastra Ecoprint Flora Benuanta, Rekam Jejak Keanekaragaman Hayati Kalimantan, Sebuah Keindahan Tanpa Duplikat

Karya Kreatif Indonesia 2026: UMKM Jambi Binaan BI Raup Penjualan Rp675,87 Juta

Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data

PLTS 100 GWp Hemat APBN Rp73 Triliun per Tahun dan Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja

Kolaka Jadi Lumbung Padi Sultra, Pemkab Siapkan Lahan untuk RMU

Konflik Sudan Selatan Memanas, Dua Personel Perdamaian PBB Asal Ethiopia Tewas Ditembak

Seolah Tak Pernah Padam, Horor Wabah Ebola Kongo Tembus 5.500 Kasus

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.