Kemenparekraf Promosikan Wonderful Indonesia di Melbourne

Senin, 23 Okt 2023, 14:01 WIB

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sukses menggelar @WonderfulIndonesia Festival 2023 Melbourne di West Beach Pavillion, St. Kilda Beach, Melbourne, Australia. Pada kegiatan ini pihaknya menggandeng para pelaku industri diaspora di Australia untuk memperkenalkan kekayaan budaya negeri ini kepada khalayak di Australia, terutama di Kota Melbourne.

Ket. Foto: Acara @WonderfulIndonesia Festival 2023 Melbourne, Australia.  — Sumber: Istimewa.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan penyelenggaraan festival di Melbourne bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai top of mind destinasi liburan bagi pasar Australia. Sebab Australia merupakan salah satu target pasar utama wisatawan mancanegara, dengan Melbourne sebagai wilayah negara bagian yang memiliki populasi terbesar, yakni lebih dari 5 juta penduduk.

"Melbourne juga merupakan tempat tinggal bagi 140 warga negara dari seluruh dunia dan merupakan kota pelajar terbesar di Australia dengan lebih dari 270.000 mahasiswa universitas. Maka kami menilai Melbourne merupakan kota yang tepat untuk menggelar branding activation Wonderful Indonesia dan untuk lokasi berpromosi langsung bagi audiens Australia," kata Ayu dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/10).

Hadir dengan konsep di ruang terbuka, pelaksanaan @WonderfulIndonesia Festival 2023 Melbourne memberikan pengalaman sensory kepada para pengunjung. Dengan diadakannya promosi dan aktivasi secara langsung, @WonderfulIndonesia Festival 2023 Melbourne diharapkan mampu membangun interaksi dan hubungan dengan khalayak di Australia.

"Interaksi secara langsung ini kami harapkan dapat membawa para pengunjung menjadi penggemar setia atau loyal fans bagi berbagai destinasi wisata di Indonesia. Dengan demikian, semakin mudah bagi Wonderful Indonesia untuk dapat menginspirasi khalayak Australia dalam merencanakan perjalanan wisata ke Indonesia," kata Ayu.

Para pengunjung berkesempatan untuk memenangkan perjalanan liburan ke Bali, dengan cara membeli produk ekonomi kreatif yang dijual di acara festival lalu mengunggah foto di booth Wonderful Indonesia dengan menandai akun @wonderfulindonesia di Instagram.

Selain memperkenalkan berbagai produk ekonomi kreatif unggulan, @WonderfulIndonesia Festival 2023 Melbourne juga menyajikan performansi budaya, di antaranya pencak silat, tari gandrung seblang lukinto dari Banyuwangi, serta berbagai tarian etnis khas Sulawesi Selatan.

Para pengunjung festival juga bisa menyaksikan langsung berbagai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia sehingga diharapkan menumbuhkan antusiasme mereka untuk suatu saat mengunjungi Indonesia secara langsung. Pada kesempatan itu Kemenparekraf juga menyosialisasikan berbagai kebijakan terkini kepada pengunjung dan khalayak media yang hadir, di antaranya terkait pungutan bagi wisatawan mancanegara.

"Sosialisasi ini dilakukan agar calon wisatawan termasuk pelaku industri pariwisata di Australia dapat memahami sepenuhnya maksud dan tujuan pemberlakuan pungutan pajak bagi wisman ke Bali yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing yang tak lain untuk Perlindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali," kata Ayu.

Kemenparekraf/ Baparekraf merasa penting untuk menyosialisasikan regulasi baru bagi wisatawan mancanegara. Sebab, beberapa insiden telah melibatkan wisatawan asing yang berperilaku tercela hingga melanggar norma dan hukum adat setempat.

"Melalui festival ini, kami mengajak audiens untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, bahwa penting bagi mereka untuk menghormati hukum, adat istiadat, dan budaya di destinasi yang dikunjungi. Sehingga nantinya akan menjaga ketentraman dan keharmonisan tempat yang dijelajahi," Ayu.

Kemenparekraf/ Baparekraf juga mengajak para pengunjung festival untuk mengenal berbagai destinasi wisata di Indonesia. Tidak hanya Bali, keindahan dan ragam keunikan budaya dapat juga dinikmati di berbagai daerah dan destinasi lainnya, terutama 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (5DPSP) yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Festival ini juga turut menyajikan informasi seputar destinasi favorit wisatawan Australia, yaitu Lombok dan Sumba. Sehingga, diharapkan destinasi-destinasi tersebut dapat menginspirasi khalayak atau pengunjung untuk melanjutkan kunjungan ke destinasi-destinasi lain di Indonesia setelah Bali.

Diharapkan pula berdampak pada length of stay (jangka waktu kunjungan) wisatawan di Indonesia. Lebih lanjut, Ni Made Ayu menjelaskan melalui festival ini disampaikan pada pengunjung dan khalayak media yang hadir mengenai berbagai penghargaan berkelas dunia yang telah diraih Indonesia.

Dua di antaranya yakni The World's Most Naturally Beautiful Country 2022 dari MoneyUK serta Bali yang kembali mendapat penghargaan dari situs travel TripAdvisor melalui program tahunan Travellers' Choice Award for Destinations. Penghargaan dari TripAdvisor tersebut menobatkan Pulau Dewata sebagai destinasi terpopuler kedua di dunia tahun 2023 mengungguli London di posisi ketiga dan Paris di posisi kelima.

"Penghargaan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan Australia untuk berkunjung dan menjelajah ke berbagai destinasi di Indonesia," kata Ayu.

Dalam festival ini juga diadakan pertemuan terbatas dengan media, travel agents, tour operators, airlines, dan pemangku kepentingan parekraf lainnya untuk memberikan appresiasi kepada mereka yang telah mendukung Indonesia sebagai tujuan utama turis Australia setelah pandemi. Tercatat hingga 2023, Australia merupakan penyumbang turis tertinggi bagi Indonesia dengan hampir 1 juta pengunjung atau 12,2 persen dari total wisman ke Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.