Ekosistem Pangan Perlu Dibangun
Sabtu, 21 Okt 2023, 09:54 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong pembangunan ekosistem pangan nasional. Ekosistem pangan perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan dunia.
Plt. Menteri Pertanian (Plt Mentan), Arief Prasetyo Adi terus mendorong terbangunnya eksosistem pangan nasional, dengan menghubungkan Kementerian, Lembaga, Asosiasi, BUMN dan legislatif untuk mewujudkan end-to-end process, bahu-membahu memajukan pertanian indonesia, berbasis kesejahteraan petani.
Plt. Mentan juga mendukung penganekaragaman pangan. "Kita itu bukan hanya swasembada satu produk karbo atau protein, tapi beberapa. Diversifikasi pangan. Saya sambung semuanya supaya kita mengerti, bahu membahunya dimana, end-to-end-nya dapat," jelasnya melalui keterangannya saat melaksanakan panen padi di Desa Ciasem Girang, Sukamandi, Subang, Jawa Barat (20/10).
Ditegaskannya, tidak ada eksklusivitas dari satu kementerian atau lembaga manapun. Saat ini merupakan waktunya gotong-royong meningkatkan produktivitas pertanian, sesuai dengan arahan Presiden.
Perlunya Riset
Sementara Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyampaikan bahwa BRIN masuk dalam ekosistem pangan nasional ini di sisi hulu, melalui riset-riset terkait teknologi budidaya dan teknologi pasca panen.
"Karena mata rantai ini yang tidak boleh terputus. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semoga gotong royong ini tidak cuma hari ini saja , tapi berlanjut terus, karena perjalanan masih panjang. Kerja sama tidak bisa seremonial saja, tapi harus kita aplikasikan sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan dan menjadi kekuatan pertanian indonesia," paparnya.
Kegiatan panen tersebut merupakan kerja sama Badan Pangan Nasional, yang membentuk ekosistem hulu-hilir beras dengan membangun kolaborasi bersama BUMN, seperti ID FOOD dan PT Sang Hyang Seri, serta didukung teknologi produksi rekomendasi Tim BRIN, PT Teknologi Biota, dan MSP-65. Hal ini bertujuan mendukung pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah dan mengatasi ketergantungan impor beras.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Petani MAJU Summit 2026 Digelar, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertanian Tumbuh
-
Usai Sade Terbakar, Kampung Adat Ende Kini Kebanjiran Wisatawan
-
Demo tatib pemilihan calon ketum PBNU Muktamar Jombang
-
Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Guyur Pesisir Serang, Warga Keluhkan Mata Perih dan Tenggorokan
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
Jakarta Investment Award 2026 Masuk Tahap Akhir, 5 Aspek Jadi Tolok Ukur Penilaian
-
PBB: Dunia Harus Hadapi Kenyataan Peningkatan Suhu Global Melebihi 1,5 derajat Celcius
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.