Badan Geologi Sebut Soal Temuan Piramida di Danau Tona Perlu Diperjelas

Jumat, 20 Okt 2023, 16:54 WIB

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wadid mengatakan bahwa informasi terkait penemuan piramida di Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Hasundutan, Sumatera Utara, perlu diperjelas dan diterangkan dengan lebih cermat.

"Penjelasan awal dari Pak Dani Hilman, penemu piramida tersebut, menjadi titik awal yang sangat penting. Namun, Badan Geologi menganggap penting untuk merinci beberapa poin penting dalam konteks ini," kata Wafid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sebagai lembaga yang memiliki fokus pada geologi dan sejarah bumi, menurutnya, Badan Geologi telah melakukan kajian dan menyimpulkan bahwa terdapat banyak keraguan tentang adanya peradaban pada periode 75 ribu tahun yang lalu, terutama pada saat terbentuknya Kaldera Toba.

Bukti-bukti konklusif tentang peradaban pada periode tersebut dikatakannya sangat minim atau bahkan belum ditemukan sama sekali.

"Badan Geologi belum memiliki informasi spesifik terkait temuan piramida tersebut," kata dia.

Dalam kerangka penjelasan yang lebih realistik, Badan Geologi mencatat dua kemungkinan yang layak dipertimbangkan.

Pertama, struktur yang tampak seperti piramida mungkin adalah hasil daritriangular facetyang banyak terdapat di bibir Kaldera Toba.

Kedua,triangular facetmungkin terbentuk setelah pembentukan Kaldera Toba dan kemudian digunakan oleh peradaban yang muncul setelah peristiwa tersebut, sekitar 75 ribu tahun yang lalu.

"Sebagai informasi tambahan, dalam sejarah peradaban manusia, Homo sapiens melanjutkan ekspansinya dan menghuni benua Asia sekitar 60 ribu tahun yang lalu, dengan satu gelombang migrasi melalui garis pantai Samudera Hindia," ujarnya.

Ia memastikan bahwa Badan Geologi berkomitmen untuk terus mengkaji temuan tersebut dengan sumber daya dan peneitian yang memadai.

Para peneliti Badan Riset dan Inivasi Nasional (BRIN) menemukan sebuah pramida yang berada di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Piramida itu disebut berada di Desa Marhun Toruan, Kecamatan Bakti raja, Kabipaten Hasundutan. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Bukit A atau Bukit Huruf A.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran Rupiah

Pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakareng bertambah menjadi 26 orang

UI Kembangkan AI untuk Deteksi Jalan Rusak, Cek Kerusakan Lebih Cepat dan Akurat

Wali Kota Ajak Warga Tangerang Manfaatkan Keringanan Pajak Bermotor

Gempa Bumi M6,1 Mengguncang Nias Selatan, BMKG: Dampak Aktivitas Subduksi

Bandara Husein Sastranegara Bandung Layani 10 Penerbangan saat “Long Weekend” Lalu

16 Pendaki Dievakuasi Akibat Kena Hipotermia di Gunung Bawakaraeng

Pajak Kendaraan di Banten Dapat Diskon hingga 40 Persen, Berlaku Mulai 18 Agustus 2026

Kemenpar Berupaya Tingkatkan Pasar Wisata Premium Dalam Negeri

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan 9.242 Personel Tanpa Senjata Api

Presiden Prabowo Kirim Surpres ke DPR Soal Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Es Pala Khas Bogor Jadi Kuliner Primadona saat Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Dukung Ekonomi Daerah, Apartemen Maggot di Dago Giri, Bandung Barat Olah Sampah Organik

Demo udara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Jakarta

50 Bus Terbakar di Pangkalan PO Sinarjaya, Damkar Bekasi Kerahkan Sembilan Armada

Ribuan Warga Bogor Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor

Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Kini Masuk Rantai Pasok Motor Listrik Nasional

Kerusakan bangunan akibat gempa di Manggarai

Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Terdakwa Berniat Balas Dendam

Telkomsat Optimalkan Penyediaan Konektivitas Berbasis Satelit di 17 Titik Terdampak Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.