Tinjau Bandara Terdampak Gempa NTT, Dirjen Perhubungan Udara Fokus Percepatan Pemulihan Infrastruktur dan Fasilitas Penerbangan

Minggu, 30 Agu 2026, 17:15 WIB

LABUAN Bajo - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah bandar udara yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa pada Sabtu (29/8), sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi infrastruktur dan fasilitas penerbangan serta percepatan pemulihan pascagempa.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Turut hadir mendampingi peninjauan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali Cecep Kurniawan, Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Capt. Renato Joelfian Joesaki dan Kepala Bagian Keuangan, Arif Priyo Utomo.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dan rombongan melakukan peninjauan ke sejumlah bandar udara, yaitu Bandar Udara Komodo, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandar Udara Soa Bajawa, dan Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas dan aset bandar udara pascagempa, mengidentifikasi kebutuhan, penanganan, serta memastikan langkah pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

“Dengan adanya musibah ini semoga kita selalu dikuatkan dalam keadaan apapun, semoga kita semua selalu di beri perlindungan agar terus bisa menjalankan aktifitas bandara serta menyampaikan bantuan kepada yang membutuhkan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Selain melakukan pengecekan kondisi infrastruktur, Direktur Jenderal Perhubungan Udara juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada jajaran di wilayah terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi para pegawai yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascabencana.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Bandar Udara Soa Bajawa. Berdasarkan hasil peninjauan,  pemulihan pada sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan menjadi prioritas untuk dilakukan.

Lukman menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar bagi Ditjen Perhubungan Udara dalam menentukan langkah tindak lanjut dan prioritas pemulihan terhadap fasilitas bandar udara yang terdampak.

“Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan dan mendukung kembali aktivitas masyarakat serta konektivitas di wilayah NTT,” jelasnya.

Ditjen Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam penanganan dampak gempa, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan dalam setiap tahapan pemulihan.

Kegiatan peninjauan dan pemberian bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bandar udara terdampak sekaligus memberikan dukungan moral kepada seluruh jajaran di daerah agar tetap semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

  • Pascagempa NTT

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.