LPS Tantang Kreator Muda Tunjukkan Karya Video Pendek dan Poster Iklan
Rabu, 18 Okt 2023, 20:30 WIBJAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak para kreator muda untuk menunjukkan bakat dan potensinya, di kompetisi video pendek dan poster iklan layanan masyarakat bertajuk Festival Creartive 2023. Kompetisi ini akan berlangsung hingga 31 Oktober 2023, artinya masih ada 2 minggu dari sekarang.
"Ayo kreator muda, segera daftarkan diri dan tunjukkan bakatmu. Ajang ini berpotensi menghadirkan peluang bagi para sineas dan kreator muda untuk saling bersaing secara sehat dalam menunjukkan potensinya, sehingga diharapkan dapat mendorong kemajuan industri seni dan kreatif Tanah Air," ujarnya melalui Sekretaris LPS Dimas Yuliharto di acararoadshowdantalkshowFestival Creartive 2023, di Jakarta, Selasa (17/10).
Adapun roadshowdantalkshowFestival Creartive 2023 ini digelar oleh LPS dan dilangsungkan di Jakarta, setelah sebelumnya sukses diadakan di Bandung (27 September 2023) dan Yogyakarta (4 Oktober 2023). Sejak pendaftaran dibuka pada September lalu, LPS telah menerima kurang lebih 500 karya video pendek dan lebih dari 400 karya poster.
Dimas menambahkan, LPS senantiasa berkomitmen dalam mendukung upaya-upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, sebab LPS percaya bahwa pendekatan kreatif adalah salah satu cara yang efektif untuk turut meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Melalui kompetisi video pendek dan poster iklan layanan masyarakat ini, secara tidak langsung LPS merangkul dua pihak sekaligus. Keduanya adalah sineas dan kreator muda serta penonton dari karya mereka untuk menabung di bank.
"Kami berharap akan ada lebih banyak masyarakat yang merasa aman untuk menyimpan uang di bank karena mereka sudah tahu bahwa ada LPS yang menjamin dana simpanannya. Pada akhirnya, kami pun berharap dapat membangun kesadaran finansial di kalangan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Sutradara Fajar Nugros, yang merupakan dewan juri Festival Creartive 2023 turut memberi informasi penting, mulai dari proses kreatif, pengelolaan anggaran hingga pasca produksi dari sebuah karya film. Terlebih disaat perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin masif di semua lini, kesempatan untuk mengekspresikan diri semakin terbuka, alhasil persaingan antar kreator pun akan semakin ketat.
"Senantiasa mengasah kreatifitas, bergabung di komunitas juga menjadi hal yang penting, karena hal tersebut tak hanya diperlukan dalam menciptakan karya, melainkan juga dalam menarik minat para investor, bahkan dalam mengelola anggaran yang terbatas, agar tetap dapat menghasilkan karya berkualitas," jelasnya.
Lebih jauh, Ia mengingatkan, dengan semakin terjaminnya Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia, karya yang berkualitas bisa menjadi investasi atau simpanan untuk masa depan bagi seorang sineas. Karenanya, Fajar memotivasi para sineas dan kreator muda untuk tetap bersemangat dalam berkarya meskipun dengan keterbatasan biaya.
Pada kesempatan itu ia membagikan kiat-kiat menghasilkan karya yang berkualitas. Beberapa tip yang disampaikan adalah membuat perencanaan dengan matang dan cermat, seperti membuat naskah yang sesuai dengan anggaran, serta mempertimbangkan lokasi, pemain dan peralatan yang tersedia. Artinya, semakin matang perencanaan, maka semakin efisien pula pengelolaan anggarannya.
"Di era kolaboratif seperti saat ini, jangan takut untuk bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Bangun relasi melalui komunitas yang berkaitan dan terlibatlah dalam kolaborasi dengan aktor, sutradara, editor, dan lainnya," ujarnya.
Fajar menambahkan, kolaborasi dapat membuka peluang menemukan sumber daya tambahan, nasihat, atau bahkan investor potensial. Selain itu, manfaatkanlah teknologi yang ada, termasuk ponsel pintar yang kini semakin dilengkapi dengan kamera yang memiliki kemampuan mumpuni untuk menghasilkan video dengan kualitas baik.
Adapun, untuk Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan kompetisi dapat dilihat di Situs Web Resmi LPS:www.lps.go.id.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kaji Ulang Aturan E-Commerce, Pengawasan Platform Digital Siap Diperketat
-
Program Transmigrasi Dinilai Wamentrans Jadi Instrumen Kesejahteraan
-
Waduh! 80 Persen Penduduk RI Belum Bankable
-
Pascainsiden Terra Drone: DPRD DKI Desak Gulkarmat Wajib Terlibat dalam Semua Izin Gedung Jakarta
-
Sora AI Resmi Hadir di Android: Pengguna Bisa Bikin Video Keren Secara Instan
-
Tiongkok Merespons Tudingan telah Mengunci Radar Tembakan ke Jet Tempur Jepang
-
SEA Games 2025: Indonesia Kukuh di Urutan Kedua Klasemen Medali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.