- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Kecam Tiongkok at...
Filipina Kecam Tiongkok atas Tindakan 'Berbahaya dan Ofensif' di LTS
Senin, 16 Okt 2023, 10:39 WIBMANILA - Militer Filipina meminta Tiongkok untuk menghentikan "tindakan tidak aman" di Laut Tiongkok Selatan (LTS) setelah sebuah kapal angkatan laut Tiongkok membayangi dan berusaha menghentikan kapal angkatan laut Filipina yang sedang melakukan misi pasokan akhir pekan lalu.
Sebuah kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAN) mendekat sejauh 350 yard ketika mencoba menyeberang di depan kapal Filipina di dekat pulau Thitu, pos terdepan Manila yang terbesar dan paling strategis di LTS, menurut panglima angkatan bersenjata Romeo Brawner.
"Manuver berbahaya dan ofensif yang dilakukan oleh PLAN Tiongkok ini tidak hanya berisiko menimbulkan tabrakan tetapi juga secara langsung membahayakan nyawa personel maritim dari kedua belah pihak," kata Brawner dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/10).
Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Senin (16/10).
Tindakan ini adalah upaya terbaru dari serangkaian upaya Tiongkok untuk memantau dan memblokir misi pasokan Filipina untuk personel di wilayah yang diduduki Manila di zona ekonomi eksklusif Filipina di LTS.
Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS, yang menjadi jalur perdagangan senilai lebih dari 3 triliun dolar AS setiap tahunnya.
Hubungan antara Manila dan Beijing memburuk sejak Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menjalin hubungan lebih dekat dengan Washington, termasuk meningkatkan akses AS ke lebih banyak pangkalan militer Filipina.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, PSEL Raya 1 Mulai Dibangun September
-
KKP Tangkap Kapal Filipina dan Bongkar 25 Rumpon Ilegal di Maluku Utara
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
Gubernur Andra Soni Bangga 19 Warga Banten Terpilih Jadi Hakim MTQ Nasional 2026 di Semarang
-
Pengadilan Filipina Perintahkan Tangkap Wapres Sara Duterte
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.