Dunia Hadapi Kemiskinan, Ketimpangan, dan Perubahan Iklim
Senin, 16 Okt 2023, 00:03 WIBJAKARTA - Tiga isu penting saat ini yang harus dijalankan secara pararel, yaitu pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan, dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Ketiga isu tersebut sangat penting untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan kemiskinan, ketidaksetaraan ekonomi, dan perubahan iklim adalah permasalahan global yang terjadi dalam waktu bersamaan yang disebabkan oleh corak ekonomi yang semata-mata mengandalkan sumber daya alam.
Negara maju selama ini mendapatkan nilai lebih dari rantai pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Sementara negara berkembang dan negara miskin hanya kebagian eksploitasi dan dampak dari eksploitasi SDA di negaranya. "Dunia yang sudah maju harus mau membeli karbon dari hutan yang dilindungi Indonesia, sehingga akan membantu masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan ekonomi," kata Aditya.
Dengan corak ekonomi baru, kemiskinan dan ketidaksetaraan ekonomi akan berkurang sehingga secara inheren membantu mengurangi tekanan pada sumber daya alam dan emisi gas rumah kaca.
Selama ini negara maju paling menikmati dari sistem ekonomi dunia berbasis SDA maka sudah selayaknya negara maju dituntut untuk berperan lebih pada upaya mitigasi perubahan klim. "Negara-negara dengan pendapatan tinggi memiliki peran besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi mereka juga harus mendukung negara-negara berkembang dalam menghadapi perubahan iklim," tambah Aditya.
Kalau ketiga isu itu dijalankan secara beriringan maka memberikan beberapa keuntungan, termasuk peningkatan ketahanan masyarakat, efisiensi sumber daya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan dukungan global yang lebih besar. "Integrasi tiga elemen ini merupakan fondasi yang kuat untuk mencapai dunia yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan. Hanya dengan jalan bersamaan, kita dapat mencapai dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang," papar Aditya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan dalam forum IMF-World Bank Annual Meeting 2023 di Marrakesh, Maroko pekan lalu juga menekankan tiga isu penting yakni kemiskinan, kesejahteraan, dan perubahan iklim. "Di tengah situasi global yang kian dinamis, penanganan terhadap ketiga isu tersebut menjadi semakin kritis," kata keterangan Kemenkeu.
Bank Dunia pun dinilai memiliki peran esensial dalam menciptakan suatu inovasi pembiayaan sekaligus memberi dampak positif di kancah global.
Penduduk Miskin
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan yang paling rentan terhadap perubahan iklim ialah penduduk miskin.
"Karena itu pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan, dan mitigasi perubahan iklim harus jalan beriringan, tidak boleh terpisah," kata Awan.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
Komisi Pemberantasan Korupsi Buka Peluang Periksa Istri Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA Kemenhub
-
Pabrik MVP, Rahasia Belanda dan Amerika Serikat 'Cetak' Noortje Driessen & Caden Pierce Jadi Raja 3x3 Dunia
-
Old Trafford Tamat? Bos Proyek MU Buka Suara Soal Kapan Stadion Baru Resmi Dibuka
-
Perang Iran Dapat Menjerumuskan 32 Juta Orang di Seluruh Dunia Dalam Kemiskinan
-
Mendorong Ball Boy, Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA
-
Pemerintah Didesak Legislator Segera Salurkan Banpang untuk Jutaan KPM pada Ramadan atau Jelang Idul Fitri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.