Keren Inovasi Ini, Limbah Kantong Palstik Kresek Disulap Jadi Genteng Tahan Gempa
Minggu, 15 Okt 2023, 06:01 WIBJakarta - Keren, Dosen Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Nunung Martinamembuat inovasi genteng ramah lingkungan tahan gempa dari limbah kantong plastik atau kresek.
"Genteng itu merupakan hasil inovasi teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbahkantong plastik atau kresek dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang," ujar Nunung di Jakarta, Sabtu.
Selama ini, kata dia, limbah plastik tersebut jarang disentuh oleh pemulung karena tidak memiliki nilai jual. Dengan dicampurbahan lain, maka lahirlah inovasi yang didanai program Matching Fund tersebut.
Pengembangan riset genteng plastik itu juga merupakan hasil dari project based learning (PjBL) mahasiswa yang menjadi ciri khas pembelajaran di PNJ. Genteng yang dihasilkan tersebut juga tahan terhadap gempa. Harga genteng tersebut juga lebih murah dari genteng yang berasal dari tanah liat yakni Rp8.000 per lembar.
"Perlu adanya kolaborasi dengan banyak pihak agar genteng ini bisa dihilirisasi," kataNunung yang juga Wakil Direktur Bidang Akademik PNJ itu.
Produk tersebut akan dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 pada 18-22 Oktober 2023.
Selain genteng, juga akan tampil 72 rancangan busana karya siswa SMKN 1 Batu, Malang, Rina Kurniawati.
Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri KemendikbudristekUuf Brajawidagdamengatakan keikutsertaan pendidikan vokasi merupakan yang perdana pada TEI 2023, sedangkan di JMFW merupakan kali kedua setelah tahun lalu sebanyak 60 rancangan dari 10 satuan pendidikan vokasi ditampilkan.
"Keberadaan pendidikan vokasi itu penting karena untuk mengetahui relevansi terkini dari dunia usaha dan dunia industri. Pendidikan vokasi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem perdagangan bersama industri baik dalam negeri maupun industri global," kata Uuf.
Saat inipihaknya juga terus meningkatkan kolaborasi melalui program-program penguatan kemitraan dan penyelarasan. Selain itu, keikutsertaan satuan pendidikan vokasi dalam TEI dan JMFW juga dapat mengembangkan lebih lanjut potensi produk hasil dari satuan pendidikan vokasi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kaum Muda Makassar Bantu UMKM
-
PBB Peringatkan bahwa Perang Ukraina Berisiko Lepas Kendali
-
Puncak HUT ke-499 Jakarta Digelar di Bundaran HI pada 27-28 Juni
-
Satria Muda Bangkit pada Laga Kedua Semifinal IBL 2026
-
Pemerintah Kabupaten Natuna: Plastik Berbayar Jadi Solusi Tekan Biaya Pedagang
-
IMO Catat 29 Serangan terhadap Kapal Sipil di Teluk Persia-Hormuz Sejak Perang Iran
-
Waspada Hantavirus, Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas Luar Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.