Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

20 Persen Lebih Peserta BPJS Kesehatan Menunggak Iuran

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 01:01 WIB | Oleh:
20 Persen Lebih Peserta BPJS  Kesehatan Menunggak Iuran Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. PERTEMUAN NASIONAL -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan tahun 2023, di Jakarta, Senin (2/10).

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan masih ada 20 persen lebih peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menunggak. Persentase tersebut dari cakupan kepesertaan program JKN atau Universal Health Coverage (UHC) per September 2023 yang mencapai 94.69 persen dari total penduduk Indonesia.

"Dari 94 UHC yang tidak bayar itu dari 20 persen lebih yang sebetulnya tidak bayar. Istilahnya nunggak. kalau nunggak permanen ya tidak bayar. Itu 20 persen lebih," ujar Muhadjir, dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan tahun 2023, di Jakarta, Senin (2/10).

Dia mengingatkan, kalau dari 20 persen tersebut ada yang merupakan masyarakat tidak mampu, status kepesertaannya bisa diubah menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurutnya, ada juga dari persentase tersebut yang merupakan masyarakat mampu yang tidak membayar.

"Itu sebagian besar yang merasa tidak perlu membayar karena dia bisa bayar ke dokter lebih hebat menurut dia tanpa BPJS. Itu jiwa gotong royongnya rendah. Itu jadi tugas BPJS," tandasnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menjelaskan, dari 94,6 persen peserta JKN, hanya 79 persen merupakan peserta aktif. Adapun jumlahnya 207,56 juta merupakan peserta aktif dan 55,18 juta merupakan peserta tidak aktif.

Dia menerangkan, bahwa peserta yang tidak aktif merupakan peserta yang sebelumnya di segmen PBI yang tiba-tiba diberhentikan. Menurutnya, masyarakat yang kurang mampu dan belum masuk sebagai peserta PBI untuk dapat segera melapor ke dinas sosial.

"Kami sarankan jika ada kasus yang merasa miskin, merasa tidak mampu tapi belum masuk PBI, laporkan kepada dinas sosial di daerah untuk bisa diurus lebih lanjut," jelasnya.

Tingkat Kepuasan

Ghufron mengungkapkan, pihaknya terus berupaya melakukan transformasi mutu layanan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan setara untuk setiap peserta JKN. Beberapa di antaranya yaitu kerja sama dengan rumah sakit apung/bergerak, simplifikasi administrasi pelayanan, dan percepatan penyelesaian pengaduan peserta melalui BPJS Satu.

"Tingkat kepuasan peserta JKN telah mencapai 89,6 persen, yang menunjukkan bahwa inisiatif BPJS Kesehatan memberikan hasil yang positif," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi BPJS Kesehatan yang telah melakukan transformasi mutu layanan JKN. Menurutnya, transformasi layanan mampu menjawab keresahan di kalangan masyarakat, terutama para peserta program JKN BPJS Kesehatan.

"Saya berharap transformasi mutu layanan akan meningkatkan pola hidup sehat bagi lapisan masyarakat. Hal tersebut penting demi kemajuan sebuah bangsa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.