Berpotensi Koreksi Lanjutan

Selasa, 26 Sep 2023, 08:34 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksinya, hari ini (26/9). Sentimen penggerak IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sinyal hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan kenaikan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG dalam perdagangan, Selasa (26/9), rawan terkoreksi dengan support di 6.974 dan resistance di 7.026.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan, Senin (25/9) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham global. IHSG ditutup melemah 18,46 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.998,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,54 poin atau 0,57 persen ke posisi 962,60.

"Bursa global bergerak cenderung melemah, dikarenakan keputusan The Fed yang tetap akan menaikkan tingkat suku bunganya dalam waktu yang lebih lama," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, investor menunggu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE Index) Amerika Serikat (AS) pada pekan ini yang diperkirakan akan naik secara bulanan yang stabil di level 0,2 persen. Hal tersebut dinantikan oleh investor dikarenakan Core PCE Index merupakan salah satu bagian dari pengukur inflasi AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.