“Smart Buoy' Pertama di Indonesia Diluncurkan
Kamis, 21 Sep 2023, 16:48 WIBJAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Kantor Distrik Navigasi Semarang meluncurkan smart buoy pertama di Indonesia yang merupakan kerja sama Distrik Navigasi Tanjung Emas dengan Badan Riset Inovasi Nasional dan Universitas Diponegoro.
Smart buoy diluncurkan dalam acara Seminar Teknologi Kenavigasian bertajuk Terus Melaju untuk Transportasi Maju Melalui Inovasi Teknologi Maritim yang digelar di Semarang.
"Perkembangan teknologi di dunia maritim ke depan diharapkan mampu menghadirkan yang tangguh dan memberikan solusi yang lebih efektif," ujar Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/9).
Seminar Tekonologi Kenavigasian ini diikuti sekitar 350 peserta dan secara daring melalui zoom meeting dengan kapasitas 1.500 peserta. Termasuk perwakilan taruna dan taruni dari berbagai sekolah pelayaran yang turut menghadiri dan memeriahkan seminar teknologi kenavigasian.
Ada lima agenda kegiatan utama dalam seminar tekonogi kenavigasian yaitu launching smart buoy. Kemudian seminar e-pilotage, dengan menghadirkan nara sumber dari regulator, praktisi dan akademisi.
Sosialisasi BLU Distrik Navigasi Tanjung Priok dan pengalihan fungsi pengawasan BLU Distrik Navigasi Tanjung Priok ke Distrik Navigasi Tanjung Emas. Release lagu CahayaNavigasi karya Distrik Navigasi Tanjung Emas sebagai instrumen sosialisasi dan edukasi keselamatan pelayaran. Serta booth pameran yang menghadirkan perkembangan informasi teknologi maritim.
"Jadikan seminar ini sebagai ajang saling berbagi pengalaman, menggali informasi, serta menyumbangkan saran dan inovasi untuk kemajuan navigasi pelayaran Indonesia," tutup Capt. Antoni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Distrik Navigasi Semarang, Dian Nurdiana menjelaskan smart buoy yang diluncurkan merupakan pengembangan redesain prototyping pelampung suar dengan diameter 2,6 meter.
"Dalam pengembangan redesain prototyping pelampung suar diameter 2,6 meter ini Distrik Navigasi Tanjung Emas melakukan optimalisasi dalam proses desain dan manufacturing," ungkapnya.
Kemudian dengan dukungan dari Tim Badan Riset Inovasi Nasional, berperan dalam pengembangan fitur smart buoy dan Tim dari Universitas Diponegoro berperan dalam penyempurnaan desain dan simulasi.
Dian mengungkapkan saat ini telah terbit Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 4 tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi Pelayaran dan Pelayanan Tata Kelola Lalu Lintas Kapal di Perairan Indonesia dimana dalam ketentuan Bab V, Bagian Keempat, Pasal 71 diatur terkait E-pilotage.
"E-pilotage merupakan rangkaian sistem integrasi yang menggunakan perangkat elektronik untuk membantu dalam kegiatan layanan pemanduan kapal," ungkapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Mensos Ungkap Peluang Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
-
Indonesia Hadapi Tantangan Besar: Bisa Tetap Non-Blok setelah Gabung BRICS?
-
Ponsel Pintar Vivo V50 Lite Resmi Diluncurkan di Indonesia, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Go International, Batik Madura UMKM Binaan Bank Mandiri Tembus Pasar Amerika,
-
Kakorlantas Ucapkan Belasungkawa bagi Personel Gugur saat Operasi Ketupat 2026
-
Audellya Ambara, Si Bintang Cilik Siap Mendunia Usai Dinobatkan Sebagai Puteri Anak Indonesia Jakarta 2025
-
CEO Nvidia: Militer Tiongkok Tidak Mungkin Gunakan Chip AI AS untuk Tingkatkan Kemampuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.