Ayo Kerja Keras, Kepala BKKBN: Pembangunan Jiwa Jadi Fokus Bangun Keluarga 2024
Selasa, 19 Sep 2023, 01:04 WIBSemarang - Ayo kerja keras, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo menyatakan bahwa pembangunan jiwa menjadi fokus BKKBN dalam membangun keluarga tahun 2024.
"Penurunan stunting itu salah satu program menjaga kualitas keluarga, tetapi BKKBN juga diberikan tugas untuk revolusi mental, karena pembangunan kan harus jiwa dan raga, stunting itu baru raganya, jadi tahun 2024 kita fokus bangun jiwanya," kata Hasto saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/9) malam.
Ia menjelaskan, BKKBN selama ini terus menjaga keberlanjutan dua program, pertama yakni menjaga pertumbuhan penduduk seimbang, kedua yakni menjaga kualitas keluarga.
"Saya berharap betul tahun-tahun yang akan datang itu jangan lupa jiwanya, karena saya kemana-mana selalu cerita kalau gangguan mental dan emosional kita meningkat, anak-anak muda yang 'setengah kopling' itu meningkat," ujar dia.
Ia menyampaikan, anak-anak, utamanya bayi di bawah dua tahun (baduta) ketika badannya diukur memang tidak stunting, tetapi perilakunya cenderung tidak bisa terkoordinasi dengan baik, dan pertumbuhannya tidak seimbang.
"Anak-anak itu jadi cenderung semaunya sendiri, itu kan namanya gangguan mental. Ada yang masih muda tapi orangnya enggak punya semangat, sering cemas, sibuk di alamnya sendiri. Ada yang mereka itu merasa hebat sendiri sehingga susah diatur orang lain," papar Hasto.
Gangguan mental yang menyangkut perilaku seksual menyimpang, menurutnya juga mengalami peningkatan.
"Ada yang suka memperkosa anak-anak atau pedofilia, ada yang eksibisionis, suka menunjukkan kemaluannya di depan umum, ada yang sadisme, suka menyakiti orang, kejadian-kejadian ini meningkat," kata dia.
Untuk itu, ia menegaskan bahwa di tahun 2024 program penanganan stunting akan lebih difokuskan ke hulu.
"Karena stunting itu lebih ke hulu. Jadi 2024 lebih fokus ke sana, keluarganya dibenahi, agar perceraian dan kekerasan dalam rumah tangganya menurun, jadi keluarganya tenteram," ucapnya.
Hasto juga menyebutkan, BKKBN telah memiliki program prioritas nasional yakni Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai upaya pembangunan mental keluarga.
"Kita punya kegiatan prioritas nasional, namanya BKR dan BKB, nah sebetulnya pembangunan mental kan kita mulai dari situ, karena yang dididik kan bukan remajanya saja, tetapi juga orang tuanya. Mulai dari situ yang kita fokuskan," katanya.
Ia juga menekankan tujuan program pembangunan mental untuk mempersiapkan orang tua dan keluarga agar paham cara merawat anak demi menghasilkan keluarga yang baik.
"Tujuannya biar memberikanparentingyang baik. Di tahun 2024 kita juga buat program pranikah menjadi tiga bulan, dan sudah kita mulai tahun ini. Konseling pranikahnya jadi tiga bulan, tujuannya supaya dia lebih paham cara merawat anak, cara menyiapkan keluarga," demikian Hasto Wardoyo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
-
Kapolda Metro Minta Perkuat Peran Siswa Jaga Keamanan Lingkungan Sekolah
-
Ramadan Sudah Bisa Digunakan, Pembangunan Masjid Negara IKN Hampir Capai 100 Persen
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan di Pasaman Barat Diperpanjang hingga 30 Desember 2025
-
Transformasi Dipacu, Danantara Siapkan 21 Jurus Perbaiki BUMN Sakit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.