Usaha Kecil Mesti Kuasai 'Digital Marketing'

Senin, 18 Sep 2023, 05:29 WIB

JAKARTA - Di era seperti sekarang di mana banyak aktivitas dilakukan secara digital, maka sudah semestinya pelaku usaha kecil, menengah (UKM) dan industri kecil, menengah (IKM) menguasai digital marketing.

Untuk itu, lebih dari 50 pelaku UKM/IKM Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan mengikuti pelatihan pemasaran daring. Pelatihan yang diinisiasi Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil, dan Menengah Kepulauan Seribu tersebut berlangsung di RPTRA Klanceng Putih.

Ket. Foto: Lebih dari 50 pelaku UKM/IKM Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan mengikuti pelatihan pemasaran daring. — Sumber: ISTIMEWA

Kepala Seksi Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu, Syamsul Hidayat, mengatakan, pelatihan diadakan bersinergi dengan PT Tokopedia. Peserta diberikan materi cara memasarkan produk secaraonlinemelalui aplikasimarketplacetersebut.

"Pelatihan dilakukan sebagai upaya memaksimalkan perandigital marketingdalam mempromosikan serta penjualan produk UKM maupun IKM," ujarnya, dikutip jakartagoid, Sabtu (16/9). Menurut Syamsul, di era globalisasi sekarang persaingan dalam bisnis semakin kompetitif. Maka, itu mengharuskan pelaku UKM dan IKM cermat mengambil peluang. Salah satunya dengan menggebrak roda perekonomian melaluidigital marketing.

"Melalui penjualanonlinetentunya akan mempermudah pemasaran produk. Pelatihan ini juga telah dilaksanakan di lima Kelurahan di Kepulauan Seribu. Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan," ungkapnya.

Syamsul menambahkan, untuk mendukung promosi produk UKM dan IKM, rutin mengadakan bazar dan berbagai rangkaian kegiatan untuk menarik para wisatawan maupun warga. "Tidak hanya melalui media digital, kami juga membantu para pelaku usaha binaan ini untuk mengikuti bazar. Harapannya, produk mereka dapat dipasarkan ke wisatawan dan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, peserta pelatihan, warga Pulau Lancang, Munaya (35) mengaku senang telah diikutsertakan dalam pelatihandigital marketingtersebut. Dia optimistis, setelah mengikuti pelatihan akan mampu meningkatkan penjualan produk olahan makanan.

"Syukurlah, saya bisa terbantu memasarkan produk olahan makanan, frozen dan keripik kepada pembeli melalui marketplace. Untuk penggunaannya juga mudah. Sebelumnya kami telah diajarkan caralogindan lainnya," tandasnya.

Cendera Mata

Sementara itu, sebanyak 22 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kepulauan Seribu mengikuti lokakarya Cendera Mata Berbasis Kearifan Lokal. Lokakarya yang digagas Universitas Pancasila bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu ini berlangsung di Kantor Kabupaten setempat, Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Kasie Pemerintah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jamaluddin menyambut baik dan mendukung lokakarya tersebut, meski hanya berlangsung satu hari. Lokakarya diharapkan dapat memberikan pemahaman pelaku UMKM untuk meningkatkan nilai produk dihasilkan.

"Kegiatan ini dapat memberdayakan para pelaku usaha di bidang kuliner, fesyen, dan kriya. Semoga mereka bisa menciptakan produk-produk yang diterima pasar demi meningkatkan ekonomi," ujarnya, Sabtu (16/9). Menurutnya, melalui lokakarya ini, para pelaku UMKM juga dapat mempertahankan atau melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan menjadikannya memiliki nilai tambah.

"Semoga hasil workshop ini dapat diimplementasikan dan memberi manfaat seluas-luasnya. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan peserta mampu berkreasi dan menjaga kearifan lokal untuk kebangkitan sektor Ekraf di Kepulauan Seribu," ungkapnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.