Wujudkan Ketahanan Pangan, Bioteknologi Jadi Solusi Pertanian Indonesia

Rabu, 13 Sep 2023, 00:13 WIB

Jember - Wujudkan ketahanan pangan. Sejumlah pakar menyebut bahwa bioteknologi berpotensi besar menjadi salah satu solusi atas permasalahan dunia pertanian di Indonesia yang disampaikan dalam seminar nasional bertema "Adopsi Bioteknologi untuk Akselerasi Ketahanan Pangan" di Universitas Jember, Jawa Timur, Selasa.

"Seiring dengan kemajuan zaman maka bioteknologi makin berkembang seperti pemetaan gen hingga kloning," kata pakar pertanian dari IPB University Bogor Prof. Antonius Suwanto di Jember.

Untuk itu, lanjut dia, tinggal bagaimana mensosialisasikan inovasi baru kepada masyarakat, agar adopsinya bisa terlaksana dengan baik, sehingga dengan biodiversitas Indonesia yang kaya maka Indonesia berpotensi memiliki varietas pertanian yang makin beragam.

Menurut dia, manusia sejak lama sudah meneliti bagaimana agar produk pertanian makin baik dari sisi ketahanan maupun produktifitasnya. Sebagai contoh masyarakat Indonesia sejak lama sudah akrab dengan produk padi varietas IR dan PB, atau semangka tanpa biji yang semuanya adalah hasil bioteknologi.

Sementara pakar pertanian dari Universitas Jember Prof. Bambang Sugiharto mengatakan pihaknya sudah mengembangkan tebu toleran kering dan varietas tebu itu sekarang sudah dibudidayakan oleh para petani tebu di bawah binaan PTPN XI.

Menurutnya para peneliti Unej sudah banyak meneliti dan mengembangkan bioteknologi di bidang pertanian dan kesehatan. Bioteknologi memungkinkan peneliti membuat solusi bagi banyak problem, misalnya padi dengan vitamin A, tomat yang memiliki cita rasa lebih manis dan produk lainnya.

Tebu varietas toleran kering pertumbuhannya lebih cepat, jumlah batang per juring lebih banyak dan produktifitaslebih tinggi dibandingkan tebu varietas lainnya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur Sumrambah yang juga Wakil Bupati Jombang itu berharap mahasiswa pertanian mau menjadi petani dan anak petani tidak malu meneruskan profesi orang tuanya, tentu saja menjadi petani modern yang menguasai teknologi termasuk bioteknologi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.