AS dan Vietnam Sepakat Pererat Hubungan

Senin, 11 Sep 2023, 02:59 WIB

HANOI - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, pada Minggu (10/9), memuji hubungan yang lebih erat dengan Vietnam ketika kedua negara mencapai kesepakatan untuk memperdalam hubungan dan kerja sama mengenai pasokan strategis dalam menghadapi meningkatnya persaingan dari Tiongkok.

Pada Minggu, Presiden Biden terbang dari KTT G20 di New Delhi, India, untuk bertemu dengan pemimpin Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam, Nguyen Phu Trong, untuk menandatangani kemitraan strategis komprehensif di Hanoi.

Ket. Foto: Kunjungi Vietnam I Presiden AS, Joe Biden, disambut kedatangannya di Hanoi, Vietnam, oleh Sekjen Partai Komunis Nguyen Phu Trong dalam sebuah upacara penyambutan di Istana Kepresidenan pada Minggu (10/9). Kunjungan Presiden Biden ke Vietnam untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. — Sumber: AFP/SAUL LOEB

Tujuan dari kunjungan singkat ini mencerminkan pengalaman Presiden Biden di pertemuan G20, yaitu untuk menggalang dukungan terhadap meningkatnya pengaruh diplomatik Tiongkok, sekaligus mengamankan pasokan sumber daya penting yang strategis dari negara-negara sahabat.

"Ini bisa menjadi awal dari era kerja sama yang lebih besar lagi," kata Presiden Biden saat bertemu dengan Trong, pemimpin terpenting Vietnam. "Vietnam dan AS adalah mitra penting pada saat yang menurut saya merupakan saat yang sangat kritis," imbuh Presiden Biden.

Kesepakatan itu menempatkan AS setara dengan Tiongkok serta Russia, India, dan Korea Selatan, dalam hierarki hubungan diplomatik Vietnam.

"Kami memperdalam kerja sama dalam bidang teknologi penting yang sedang berkembang, khususnya dalam membangun rantai pasokan semikonduktor yang lebih tangguh," kata Presiden Biden.

Sementara itu Trong berterima kasih kepada Presiden Biden atas kontribusinya dalam meningkatkan hubungan AS-Vietnam dan mengatakan negaranya akan bekerja keras untuk menerapkan perjanjian baru tersebut.

Jon Finer, wakil penasihat keamanan nasional AS, mengatakan kepada wartawan menjelang kedatangan Presiden Biden bahwa pembicaraan juga akan mencakup pasokan mineral tanah jarang yang digunakan dalam pembuatan perangkat berteknologi tinggi seperti telepon pintar dan baterai mobil listrik.

AS mengatakan Vietnam, yang memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, mempunyai peran penting dalam upayanya mengurangi pasokan dari Tiongkok setelah guncangan rantai pasokan mengguncang perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir.

Kesepakatan Senjata

Meskipun Vietnam berhati-hati agar tidak memihak AS dan Tiongkok, Vietnam mempunyai kekhawatiran yang sama dengan AS mengenai semakin meningkatnya ketegasan negara tetangganya di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan.

Namun harian The New York Times melaporkan sebelum kunjungan Presiden Biden bahwa Vietnam diam-diam berencana membeli senjata dari Russia yang bertentangan dengan sanksi AS.

Laporan tersebut mengutip dokumen Kementerian Keuangan Vietnam yang memaparkan rencana pendanaan pembelian senjata dari Kremlin melalui proyek minyak dan gas bersama di Siberia.

Finer mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa Washington DC mengakui hubungan militer Vietnam dengan Russia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun dia pun mengatakan ada ketidaknyamanan yang semakin meningkat di pihak Vietnam dengan hubungan tersebut, dan kemitraan baru ini akan membantu Hanoi mendiversifikasikan diri dari kemitraan tersebut dengan mengizinkannya mengambil pasokan dari AS dan sekutunya.

Kunjungan Presiden Biden ke Vietnam juga membawa agenda hak asasi manusia dimana ia dan Trong berjanji untuk melanjutkan dialog yang jujur mengenai isu tersebut.

Vietnam mempunyai catatan hak asasi manusia yang buruk. Pengkritik pemerintah menghadapi intimidasi, pelecehan dan pemenjaraan setelah pengadilan yang tidak adil, dan terdapat laporan mengenai penyiksaan yang dilakukan polisi untuk mendapatkan pengakuan, kata Human Rights Watch. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.