Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi dan Resistensi, Kisah Pertama Kali Mobil Ditemukan hingga AI

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Melalui pengembangan kompiler, Hopper membuka akses pemrograman kepada masyarakat luas dan membuktikan bahwa komputer bukanlah teknologi yang harus ditakuti. Sebaliknya, komputer dapat memberikan nilai besar untuk bisnis, pendidikan, dan bidang lainnya.

Era AI: kekhawatiran versus masa depan

Hari ini, kita menghadapi lonjakan teknologi serupa dalam bentuk AI. Seperti teknologi sebelumnya, AI juga memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi ini akan mengambil alih pekerjaan manusia dan meningkatkan pengangguran.

Namun, pandangan ini terlalu sederhana.

AI, dengan kemampuannya untuk mengambil alih tugas-tugas rutin dan berulang, sebenarnya membebaskan manusia untuk lebih fokus pada pekerjaan yang memerlukan keterampilan kreatif, pemecahan masalah, dan interpersonal.

Misalnya, dokter bisa memanfaatkan AI untuk diagnosis penyakit dan merancang rencana perawatan yang lebih personal. Sementara guru bisa memanfaatkan AI untuk personalisasi pembelajaran dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa AI cenderung mengubah pekerjaan daripada menggantikannya. Artinya, peran AI lebih banyak mengubah cara kita bekerja daripada menggantikan pekerjaan manusia.

Meskipun AI dapat mengotomatisasi tugas-tugas tertentu di satu pekerjaan, pekerjaan tersebut secara umum tetap memerlukan sentuhan manusia dan pemikiran kreatif yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh AI.

Contohnya, akuntan bisa menggunakan AI untuk memprediksi mengenai adanya potensi kecurangan, tapi pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh AI. Keahlian dan pengetahuan akuntan tetap diperlukan.

Selain itu, seperti teknologi sebelumnya, AI juga berpotensi menciptakan banyak pekerjaan baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.

Namun, untuk menghadapi era AI ini, kita perlu pendekatan yang berbasis pada pendidikan dan pemahaman, bukan rasa takut. Kita perlu melihat AI sebagai alat yang dapat membantu kita, bukan sebagai ancaman.

Melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat, kita dapat mempersiapkan diri dan generasi mendatang untuk era AI. Selain itu, kita juga perlu memastikan bahwa AI dikembangkan dan digunakan dengan cara yang etis dan bertanggung jawab.

Dengan melibatkan manusia dalam proses pengambilan keputusan, kita dapat memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan, bukan sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.