Teknologi dan Resistensi, Kisah Pertama Kali Mobil Ditemukan hingga AI
📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Pexels/Google Deepmind
Arif Perdana, Monash University
Artikel ini adalah bagian dari serial #KenapaTakutAI?#
Teknologi, sebagai kekuatan pengubah sejarah, secara konstan memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan kita. Namun di setiap titik perubahan, sering kali kita dihantui oleh keraguan, rasa takut, dan penolakan.
Kisah resistensi itu bisa kita lacak, misalnya, dari munculnya mobil, internet hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Momen-momen keresahan itu berperan sebagai tonggak-tonggak sejarah manusia. Sebenarnya, resistensi dan kekhawatiran muncul sebagai respons alamiah terhadap perubahan yang tidak dapat dihindari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Satu riset menunjukkan internet komersial, yang dulu dikhawatirkan pada awal kemunculannya, telah menciptakan 17 juta pekerjaan baru di seluruh dunia antara 2016 dan 2021.
Mari kita lihat beberapa contoh inovasi teknologi lainnya yang selalu diawali dengan rasa takut tapi akhirnya mendorong kemajuan peradaban umat manusia.
Dari mobil hingga komputer
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan merujuk pada era penemuan otomotif, saat mobil komersial pertama kali diciptakan pada akhir abad ke-19, negara-negara di seluruh dunia dipenuhi dengan kegelisahan, yang berakibat pada pengetatan regulasi.
Inggris pada akhir abad ke-19, misalnya, membuat Locomotives on Highways Act 1896. Undang-undang ini membatasi kecepatan dan mewajibkan mobil di jalanan didahului oleh pejalan kaki yang membawa bendera merah sebagai tanda peringatan. Hal itu mencerminkan kekhawatiran masyarakat bahwa inovasi baru dapat mengganggu gaya hidup tradisional, memengaruhi pekerjaan lama seperti tukang becak dan kusir kereta kuda.
Lebih lanjut, ketika komputer personal (personal computer) dikomersialisasikan pada akhir 1970-an, banyak publikasi paper pada 1980-an sampai 1990-an yang membahas tentang computerphobia. Beberapa kelompok masyarakat khawatir dan beranggapan bahwa teknologi ini merupakan monster mekanik, berpotensi menciptakan manusia yang malas dan tergantung pada teknologi untuk melakukan perhitungan dasar.
Namun, sebaliknya, teknologi ini justru memfasilitasi kemajuan ilmu pengetahuan. Kemampuan komputer menyelesaikan perhitungan yang kompleks dengan cepat dan akurat membuat ilmuwan bisa menghasilkan penemuan baru ataupun merancang solusi yang lebih inovatif.
Selain itu, teknologi ini membantu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor. Ini memungkinkan kita untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih memerlukan keterampilan manusia seperti kreativitas dan analisis.
Grace Murray Hopper, seorang ilmuwan komputer Amerika Serikat (AS) yang bekerja di the Office of Naval Reserve (ONR) - organisasi di Departemen Angkatan Laut AS yang bertanggung jawab atas program ilmu pengetahuan dan teknologi dari Angkatan Laut AS - memiliki peran penting dalam perkembangan komputer generasi awal dengan penemuan kompiler. Kompiler adalah alat yang mengubah kode pemrograman, menjadi kode mesin yang dapat dijalankan oleh komputer.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!