Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno: Tiga Tantangan Tangani Keamanan di Asean

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno: Tiga Tantangan Tangani Keamanan di Asean Doc: ANTARA/Media Center KTT ASEAN 2023/Rommy Pujianto
Ket. Pertemuan ASEAN Political Security Community -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Menkopolhukam Mahfud MD saat acara Asean Political Security Community Council Meeting di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (4/9).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menguraikan tiga aspek yang menjadi fokus dalam penanganan tantangan keamanan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).

"Pertama adalah perlunya menangani tantangan keamanan baru," kata Menlu Retno dalam Pertemuan Ke-27 Dewan Masyarakat Politik-Keamanan Asean (APSC) di Jakarta, Senin (4/9).

Pertemuan ke-27 APSC tersebut digelar dalam rangkaian acara konferensi tingkat tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar di Jakarta pada 5-7 September 2023.

Dia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia telah berhasil menangani sebanyak 2.061 kasus perdagangan manusia yang dilakukan melalui penipuan daring selama tiga tahun terakhir.

"Indonesia lebih lanjut berhasil menangani sekitar 700 kasus lebih, dan itu merupakan jumlah yang sangat besar," kata Menlu Retno.

Untuk itu, ia menilai perlu ada pendekatan yang lebih komprehensif untuk memberantas tindak pidana perdagangan manusia, termasuk dengan menyelesaikan Perjanjian Ekstradisi Asean yang telah lama tertunda.

Sementara itu, laporan Interpol menyebutkan bahwa total kerugian akibat kejahatan siber meningkat 15 persen per tahun hingga 2025.

Untuk itu, Retno menilai perlu ada langkah konkret untuk mengatasi permasalahan itu, termasuk dengan memperkuat pengelolaan perbatasan, kerja sama keamanan siber di kawasan, serta memberikan bantuan hukum timbal balik yang efektif dan efisien.

Selanjutnya, langkah kedua yang dinilai penting dalam penanganan isu keamanan di kawasan Asean adalah perlunya mendorong kemajuan dalam penanganan hak asasi manusia (HAM).

Retno mengingatkan kembali Pembukaan Piagam Asean yang berbunyi "Kami, Rakyat," yang menurut dia berarti perlu ada upaya untuk mengatasi tantangan HAM yang terus berkembang sehingga dapat memajukan dan melindungi hak rakyat Asean.

"Terlibat dalam dialog inklusif adalah kuncinya, dan inilah alasan mengapa Indonesia mengupayakan Deklarasi Pemimpin tentang Dialog HAM Asean," ujarnya.

Dia lebih lanjut menyebutkan bahwa Indonesia pada tahun ini akan menjadi tuan rumah Dialog HAM ke-5. Untuk itu, Menlu Retno meminta dukungan dari semua pihak sehingga hasil dialog tersebut dapat membangun dengan lebih baik lagi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik di kawasan, termasuk dengan mengadakan dialog HAM setiap tahun.

Pererat Kerja Sama

Selain itu, langkah ketiga yang dinilai penting dalam penanganan isu keamanan di kawasan Asean adalah perlunya meningkatkan kerja sama maritim. "Kawasan Indo-Pasifik yang luas menyimpan potensi yang strategis. Namun, kepentingan negara-negara besar di dunia dapat membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan kita," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.