Guru Besar Orthopedi Unair Merintis Bedah Tulang Belakang dengan Teknik Hologram
Senin, 04 Sep 2023, 14:26 WIBSURABAYA - Secara umum kasus orthopedi terbanyak adalah patah tulang, tetapi kasus yang paling menghancurkan masa depan seorang anak adalah kecacatan, khususnya tulang belakang, skoliosis dan kifosis akibat infeksi TBC tulang belakang.
Masalah kesehatan tulang belakang mulai mengganggu pada akhir usia produktif dimana beban mental dan fisik menumpuk sehingga rasa nyeri pada tulang belakang sangat mengganggu kualitas hidup.
Dilema selalu timbul saat penderita geriatri memerlukan tindakan operasi tulang belakang, bila tidak dioperasi kondisi tiduran di tempat tidur akan sangat menurunkan kualitas hidup dan memudahkan infeksi; sedangkan bila dioperasi, mitos tentang bahaya operasi tulang belakang masih menjadi resistensi luar biasa.
Untuk itu, spesialis orthopedi ahli spine dari Universitas Airlangga, Surabaya, Komang Agung Irianto, baru-baru ini merintis pembedahan invasi minimal tulang belakang (Minimal Invasive Spinal Surgery), yang dapat mengurangi rasa sakit serta risiko dari pembedahan terbuka.
Menurut Komang, perkembangan teknologi bedah tulang belakang seperti artificial intelligent sangat membantu ahli bedah orthopedic spine dalam penanganan kelainan tulang belakang.
"Penguasaan teknologi mutakhir bedah tulang belakang sangat diperlukan guna memberikan rasa nyaman dan aman serta meminimalkan risiko komplikasi" ungkapnya.
Komang yang segera dilantik sebagai Guru Besar karena terobosan pembedahan invasi minimal tulang belakang menggunakan
teknologi serat optik endoskopi pada 2007, kini tengah mengembangkan teknik virtual reality (hologram) dan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi tulang belakang.
Dia menerangkan, proses operasi menggunakan teknik ini diawali dengan proses registrasi hasil diagnosa CT Scan pada sebuah aplikasi AI.
"Nanti dari aplikasi akan muncul barcode pada titik yang akan dilakukan pengirisan. Setelah tusuksan aplikasi akan mengarahkan irisan kita, seperti ada jalannya sehingga lebih presisi," ungkap dia.
Dia melanjutkan, kombinasi teknologi virtual reality dan AI ini memberikab keuntungan pada tenaga medis maupun pasien bedah tulang belakang.
"Kita sama-sama terhindar dari paparan radiasi dari teknik endoskopi. Selain itu, tidak ada batasan usia untuk penanganan operasi tulang belakang karena teknik ini lebih akurat, cepat, perdarahan lebih sedikit, risiko komplikasi lebih kecil, waktu rawat singkat, dan biaya lebih rendah," ujarnya.
"Teknologi ini sudah di depan mata, sudah nyata. Setelah berhasil uji coba dengan dumy, tahun ini kami akan operasi dengan pasien sungguhan".
"Dengan segera kualitas hidup kembali pulih. Tidak ada teknik terbaik di dunia, yang ada adalah teknik terbaik untuk pasien," pungkasnya.
- Unair
- Universitas Airlangga (Unair)
- Rektor Unair
- Mohammad Nasih
- Teknologi Implan Tulang Belakang
- dokter orthopedi
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Mensos Sebut KPM Manfaatkan Bansos Sesuai Peruntukan
-
Carlo Ancelotti Hadapi Persidangan Terkait Dugaan Penggelapan Pajak di Spanyol
-
Goretzka Cetak Gol Bawa Jerman Kalahkan Italia di UNL
-
Habib Jafar: Sakit Kanker Selama 7 Tahun Jadi Penggugur Dosa Vidi Aldiano
-
Lima Pertandingan Tersisa di Liga Primer Bagi Pep Guardiola Ibarat Laga Final City
-
Tekan Pengangguran, Pembangunan 65 KNMP Serap 17.550 Tenaga Kerja
-
Dari Surabaya Jatim, Profesor Bagong: Lebih Baik Insentif, Bukan Memaksa (Vasektomi sebagai Syarat Bansos)
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.