Terima Bantuan Kemensos, Penyandang Disabilitas di Solo Optimistis Usaha Jahitnya Makin Berkembang

Minggu, 03 Sep 2023, 12:01 WIB

Senyum bahagia mengembang di bibir Sri Hartanti. Nama penyandang disabilitas ini masuk salah satu penerima bantuan untuk usahanya dari Kementerian Sosial.

Sudah sekian tahun sejak usaha menjahit ia tekuni, baru kali ini mendapat bantuan pemerintah. Ucapan syukur terlontar ketika Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta memberinya bantuan mesin obras berikut mejanya. Selain itu ia juga mendapat sembako untuk kebutuhan sehari hari.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Kemensos

"Alhamdulillah, saya diberi bantuan mesin obras, saya sudah ndak usah repot-repot harus pergi obras di tempat lain. Saya senang sekali. Apalagi bantuannya ngga hanya mesin obras. Saya juga dapat sembako," ucap perempuan 46 tahun itu dengan mata berkaca-kaca.

Mesin obras adalah alat yang didambakannya. Dulu, ia mesti mengantarkan bahan pakaian yang akan diobras ke toko lain. Sebagai penderita lumpuh layu, ia memiliki mobilitas terbatas dan tentu pergerakan ini membutuhkan upaya ekstra. Kini dengan bantuan mesin obras dari unit pelaksana teknis (UPT) milik Kemensos itu, ia tidak perlu repot mengobras ke tempat lain.

"Saya ndak bisa jalan sejak usia satu tahun. Waktu itu kata ibu saya, sedang belajar jalan. Sakit panas, terus disuntik sama mantri (tenaga Kesehatan), eh disuntik terus kalau lagi panas, terus lemes, akhirnya saya ndak bisa jalan sampai sekarang," kenang ibu dua anak ini.

Hidup sebagai penyandang disabilitas tidak mudah, namun dilakoninya dengan lapang dada. Sri kembali mengenang pada saat sekolah, SD dan SMP ia bersekolah di Sekolah Luar Biasa. Namun menginjak bangku SMA, ia mengalami diskriminasi dari teman-temannya.

"Waktu SMA itu, saya minder karena dianggap lemah oleh teman-teman, yang mau bergaul dengan saya hanya satu atau dua orang. Karena itu saya berpikir waktu itu saya harus menunjukkan kalau saya mampu," kata warga Norowangsan RT 04 RW 13, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Kini Sri Hartanti sudah menikah. Meskipun sang suami juga penyandang disabilitas, mereka tetap berjuang mengupayakan kesejahteraan untuk keluarganya. Sri menjahit baju dan sang suami berjualan es.

"Untuk menjahit, pendapatan sebulan sekitar Rp1,5 juta, suami juga berjualan es pendapatannya cukup untuk hidup seadanya. Alhamdulillah mendapat bantuan meja jualan es dan peralatannya, semoga bisa lebih laris," ujar Sri.

Sri berharap dapat lebih cepat menyelesaikan permintaan jahitan dari pelanggannya. Ia bertekad selalu mandiri, tidak mengandalkan lingkungan sekitarnya, bahkan sangat ingin meringankan beban suami dan keluarganya.

Bantuan kepada Sri Hartanti diberikan dalam rangka Kampanye Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan Sentra Prof. Dr. Suharso Surakarta. Total ada 4 orang penyandang disabilitas penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

Bantuan Atensi untuk Klaster Disabilitas sebagai modal usaha, di antaranya berupa peralatan obras untuk menjahit baju, perlengkapan membuat kue, peralatan berjualan es dan motor roda tiga untuk keperluan mobilitas usaha penyandang disabilitas, total nilai Rp. 85.568.500.

"Bantuan menyasar pada penyandang disabilitas, karena memiliki hak yang sama dengan orang lainnya, negara melalui Kementerian Sosial memiliki tugas untuk melindungi dan memfasilitasi pemenuhan hak-hak mereka," kata Plt Kepala Sentra Terpadu Dr. Soeharso di Surakarta Supriyono, pada saat penyerahan bantuan.

Sejalan dengan Undang-undang Disabilitas Nomor 8 tahun 2016, penyandang disabilitas memiliki 22 hak dasar yang dapat dipenuhi. Dengan bantuan mesin obras ini, ada 3 hak Sri sebagai penyandang disabilitas telah terpenuhi, yaitu hak kewirausahaan, hak kesejahteraan sosial dan hak hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat.

(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.