Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Bahas Pentingnya Investasi Kesehatan Masyarakat di Forum Asean

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 13:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Bahas Pentingnya Investasi Kesehatan Masyarakat di Forum Asean Doc: antarafoto
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin membahas pentingnya investasi di bidang kesehatan masyarakat bagi negara-negara Asean yang ingin terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah pada forum Asean.

"Saya meminta Anda semua yang berada di Asean agar berinvestasi pada kesehatan sendiri, investasikan pada kesehatan keluarga, investasikan pada kesehatan masyarakat kita karena hal itu akan meningkatkan ukuran perekonomian dan itu akan membuka peluang investasi yang baik bagi Anda semua," kata Menkes Budi saat memberikan kata sambutan pada Asean Investment Forum Day 2 di Jakarta, Minggu (3/9).

Menkes menyampaikan bahwa banyak negara di Asean yang merupakan negara berkembang dan Asean masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah. Setiap negara Asean bercita-cita untuk menjadi negara berpendapatan tinggi dan maju dengan pendapatan rata-rata perkapita sebesar 12.500 dollar AS.

Peluang untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju tersebut, lanjutnya, terbuka melalui bonus demografi yang bagi Indonesia akan terjadi pada 7-12 tahun lagi yakni pada 2030-2035 dan akan menjadi momentum penentu bagi Indonesia untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

"Indonesia rakyatnya harus sehat kalau tidak sehat Indonesia tidak bisa ke sana. Kalau kita lewat waktu itu, anak cucu kita tidak mungkin bisa lepas dari middle income country menjadi high income country, itu yang namanya middle income trap," ucapnya.

Selain memperhatikan kesehatan masyarakat untuk terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah, Menkes juga menuturkan bahwa pendidikan juga menjadi unsur penting yang beriringan dengan kesehatan

Menurutnya, jika masyarakat Asean tidak pintar maka tidak mungkin pendapatan perkapita akan mencapai 12.500 dolar AS. Di sisi lain, jika masyarakat pintar namun tidak sehat juga akan membuat masyarakat tidak produktif dan kesulitan mencapai pendapatan per kapita negara maju.

"Kalau ada yang seperti Indonesia 20 persen stunting dari 25 juta orang sebelum 5 tahun, masyarakat kita tidak akan mempunyai kecerdasan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan atau 12,500 dan kita tidak akan pernah menjadi negara berpendapatan tinggi," paparnya.

Oleh karenanya Budi mengajak para investor untuk berinvestasi di sektor kesehatan masyarakat yang akan bermuara pada pembukaan peluang investasi yang lebih baik dan meningkatkan perekonomian Asean.

"Pusat kesehatan adalah sektor yang saya yakini berdasarkan pengalaman saya adalah titik perubahan yang akan bertransformasi secara drastis," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.