- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eurostat Catat Inflasi Zon...
Eurostat Catat Inflasi Zona Euro Stabil 5,3% pada Agustus
Sabtu, 02 Sep 2023, 00:53 WIBBRUSSEL - Inflasi tahunan di zona euro tetap stabil di angka 5,3 persen pada Agustus 2023, demikian disampaikan Kantor Statistik Uni Eropa (UE) Eurostat dalam sebuah estimasi awal pada Kamis (31/8).
Seperti dikutip dari Antara, inflasi Juli di zona tersebut tercatat di angka 5,5 persen. Harga makanan, alkohol, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi dengan angka 9,8 persen, turun dari 10,8 persen pada Juli.
Sementara harga jasa naik 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus, dibandingkan dengan 5,6 persen pada Juli. Inflasi barang industri nonenergi pada Agustus tercatat di angka 4,8 persen, turun dari 5 persen pada Juli.
Harga energi turun 3,3 persen (yoy) pada Agustus setelah turun 6,1 persen pada Juli. Negara-negara zona euro dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi pada Agustus termasuk Slovakia (9,6 persen), Kroasia (8,5 persen), dan Austria (7,6 persen).
Tingkat inflasi secara tahunan yang terendah tercatat di Belgia dan Spanyol (2,4 persen), Siprus (3 persen), serta Yunani, Belanda, dan Finlandia (3,4 persen).
Menaikkan Suku Bunga
Dalam pertemuan pada Juli lalu, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Presiden ECB Christine Lagarde menekankan jeda dan kenaikan suku bunga mungkin terjadi dalam pertemuan pada September.
Risalah rapat pada Juli menunjukkan bahwa ECB masih lebih mengkhawatirkan soal inflasi yang tidak kembali angka ke target alih-alih perekonomian yang terperosok ke dalam resesi.
ECB telah menaikkan suku bunga utamanya sebesar 425 basis poin sejak Juli tahun lalu demi menurunkan inflasi, yang berada jauh di atas targetnya yakni 2 persen.
Kepala Makro Global ING, Carsten Brzeski mengatakan meskipun terjadi penurunan, inflasi inti masih terlalu tinggi dan pertumbuhan upah hingga saat ini menandakan bahwa sekalipun tanpa penyelesaian upah yang substansial, inflasi inti dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Sementara itu, saham-saham Eropa dibuka lebih tinggi pada Kamis, karena sektor keuangan mendapat dorongan dari keputusan pemberi pinjaman Swiss UBS untuk mengambil bank domestik Credit Suisse, sementara investor bersiap untuk serangkaian data ekonomi utama yang akan dirilis hari ini.
Pada pukul 07.10 GMT, indeks STOXX 600 pan-Eropa naik tipis 0,1 persen, namun kehilangan lebih dari 2,0 persen sepanjang bulan ini.
Saham UBS Group melonjak 6,3 persen, mencapai level tertinggi sejak akhir tahun 2008, setelah bank tersebut juga mengatakan pihaknya meningkatkan ambisinya untuk penghematan biaya hingga lebih dari 10 miliar dollar AS di seluruh grup.
Indeks sektor jasa keuangan yang lebih luas bertambah 1,4 persen. Yang menjadi perhatian investor adalah pembacaan awal inflasi zona euro, angka pengangguran Jerman dan angka inflasi AS, dengan pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan bulan depan.
Berita Terkait:
-
KPK Titipkan Mobil Sitaan Mantan Kajari Hulu Sungai Utara ke Pemkab Tolitoli
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Mulai Sistem Jatah Hingga Pengurangan Hari Kerja, Negara-negara Asia Tempuh Langkah Darurat Hadapi Kenaikan Harga Minyak karena Perang Iran
-
Wakil Ketua Komisi VI DPR Menyatakan Stok BBM Aman karena Indonesia Punya Sumber Minyak Baru
-
Terbongkar, 24 Ton Daging Domba Beku Busuk
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Minggu
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.