BRI Bukukan Laba Konsolidasi Rp29,56 Triliun

Kamis, 31 Agu 2023, 10:39 WIB

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membukukan laba konsolidasi sebesar 29,56 triliun rupiah pada semester I-2023 atau tumbuh 18,83 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba tersebut mencerminkan adanya kinerja positif dari perseroan.

"Selama enam bulan, BRI Group mampu membukukan laba sebesar Rp29,56 triliun yang artinya tumbuh secara tahunan sebesar 18,83 persen. Inilah yang saya katakan bahwa kinerja BRI sangat baik, balance sheet-nya solid, NPL-nya profitable, dan kinerja yang baik itu insya Allah berkelanjutan," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam Pemaparan Kinerja Keuangan Triwulan II 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (30/8).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Aset BRI tercatat tumbuh 9,21 persen yoy mencapai 1.805,15 triliun rupiah. Menurutnya, hal itu menunjukkan kemampuan BRI dalam mengelola aset dengan baik.

Kemudian, dari sisi manajemen risiko, BRI membukukan tingkat kredit kurang lancar atau non-performing loan (NPL) sebesar 2,95 persen yoy, dengan NPL coverage sebesar 248,54 persen yoy. Selain itu, credit cost BRI tercatat 2,26 persen yoy.

Lebih lanjut, Sunarso memaparkan BRI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 1.245,12 triliun rupiah dengan rincian dana berasal dari tabungan sebesar 517,12 triliun rupiah, giro 298,31 triliun rupiah, dan deposito 429,29 triliun rupiah. DPK perseroan ditopang oleh dana murah atau CASA yang tercatat 815,42 triliun rupiah atau tumbuh 10,13 persen yoy.

"Dari tahun lalu porsi CASA 65,12 persen. Pada kuartal II sudah naik menjadi 65,49 persen," ujar Sunarso.

Sunarso juga menjelaskan pertumbuhan kinerja BRI dapat juga dapat tercermin dalam rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan cost-to-income ratio (CIR). Rasio BOPO mencapai 67,71 persen, sedangkan CIR mencapai 41,79 persen. Angka-angka tersebut menggambarkan efisiensi operasional yang lebih baik, menandakan manajemen yang prudent dalam mengelola pendapatan dan biaya.

Pemyaluran Kredit

Sementara itu, penyaluran kredit dari BRI tumbuh 8,8 persen pada semester I-2023, dengan total kredit yang disalurkan sebesar 1.202,12 triliun rupiah. Penyaluran kredit BRI sepanjang semester I-2023 didukung lebih besar oleh segmen UMKM yang mencapai 1.015,5 triliun rupiah.

"Dengan demikian, porsi kredit mikro saja mencapai 48,08 persen terhadap total penyaluran kredit BRI. Kredit tumbuh double digit membuat porsi kredit UMKM BRI juga terus meningkat, hingga Juni 2023 porsi kredit UMKM BRI mencapai 84,48 persen dari total kredit BRI," jelas Sunarso.

Transformasi digital yang dijalankan oleh BRI turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan fee based income (FBI) sebesar 10,22 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 9,14 persen. Dari segi rasio loan to deposit ratio (LDR) dan capital adequacy ratio (CAR), BRI mencatatkan masing-masing angka 87,26 persen dan 26,65 persen.

Dengan rasio LDR yang seimbang dan CAR yang memadai, Sunarso menyampaikan bahwa BRI optimistis mampu berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang berkelanjutan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Optimisme BRI dalam mendorong perekonomian nasional menjadi cerminan dari komitmen bank ini dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.