Butuh Pengelolaan Air Profesional
Senin, 28 Agu 2023, 08:32 WIBJAKARTA - Perubahan iklim berdampak pada kualitas dan pasokan air sehingga diperlukan tata kelola air secara profesional agar bisa mengatasi dampak perubahan iklim. Kolaborasi semua stakeholder menjadi penentu mengatasi tantangan pengelolaan air.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi anggotanya agar dapat menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air (SDA) ke depan utamanya untuk memitigasi dampak perubahan iklim.
"Untuk mengatasi berbagai tantangan akibat dampak perubahan iklim, diperlukan kolaborasi semua pihak termasuk HATHI sebagai organisasi keahlian di bidang sumber daya air," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, pada acara pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-40 HATHI dan Kongres ke-14 HATHI di Universitas Lampung, Jumat (25/8).
Dikatakan Basuki, upaya mitigasi yang dilakukan untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang mengakibatkan bencana kekeringan dan banjir antara lain dapat dilakukan melalui optimalisasi fungsi tampungan air seperti bendungan, embung, situ, dan danau, pembuatan sumur bor, rehabilitasi jaringan irigasi dan kesiapsiagaan alat berat yang ada di daerah seperti ekskavator, mobil tangki, mobile pump dan lainnya.
"Beberapa upaya lainnya yang dapat dilakukan untuk memitigasi dampak perubahan iklim antara lain penurunan emisi karbon, penerapan pola tanam pertanian dan perkebunan yang hemat air, pengembangan infrastruktur dan teknologi ramah lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat," kata Menteri Basuki.
Selain itu, lanjutnua, upaya lain yang perlu dilakukan adalah penerapan konsep pertumbuhan hijau, yaitu proses pertumbuhan yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dampak Besar
Diungkapkan Basuki, perubahan iklim dunia secara global telah memberikan dampak yang besar dalam kehidupan umat manusia. Kenaikan suhu bumi telah mengubah pola iklim yang mempengaruhi produktivitas pertanian, ketersediaan air, maupun pemanfaatan air untuk kebutuhan domestik, perkotaan, industri, energi, dan lainnya.
Dalam pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim berkaitan dengan peningkatan risiko banjir dan kekeringan.
Ketua Umum HATHI Jarot Widyoko mengatakan, PIT ke-40 HATHI ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata termasuk implementasi Iptek mengingat adanya ancaman perubahan iklim.
"Hal tersebut selaras dengan tema PIT Hathi kali ini yakni Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Meningkatkan Ketahanan dalam Menghadapi Perubahan Iklim untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan. Total ada 195 pemakalah yang hadir memberikan ide-idenya," ujarnya.
- Banjir
- sumber daya alam
- Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
- air bersih
- kekeringan
- Perubahan Iklim
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Tak Langsung Bertarung di Pengadilan, Apple Buka Ruang Negosiasi dengan Departemen Kehakiman AS
-
Harga Bawang Merah Rp43.800/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg
-
Harga Emas Antam Dibanderol Rp2,635 Juta/Gram pada Rabu Pagi
-
29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan
-
Penurunan Volume Air Waduk Delingan di Karanganyar
-
Dishub Kaltara Rehabilitasi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.